RM.id Rakyat Merdeka - Teror tak selalu hadir lewat penampakan atau sosok supernatural. Film Hasut, yang tengah tayang di bioskop Indonesia, menawarkan pendekatan berbeda melalui permainan suara, misteri, dan luka batin yang perlahan mengusik psikologis penonton.
Film ini sekaligus menandai debut penyutradaraan film panjang Ilya Sigma, penulis skenario yang telah berkarya di industri perfilman sejak 2010.
Alih-alih mengandalkan penampakan yang kerap menjadi formula film horor, Hasut mengeksplorasi ketakutan dari sesuatu yang tidak terlihat.
Suara-suara yang sulit dipercaya menjadi sumber teror sekaligus membangun ketegangan sepanjang cerita.
Sebagai sutradara perempuan, Ilya membawa tema yang dekat dengan pengalaman reflektifnya, yakni proses penyembuhan luka batin.
Eksplorasi trauma masa lalu menjadi salah satu fondasi cerita yang dibangun melalui empat karakter utama.
Keempat karakter tersebut diperankan Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova.
Baca juga : Film Bapak Paling Jujur Siap Tayang 15 Oktober 2026
Mereka membawa beban masa lalu yang belum terselesaikan ketika memasuki sebuah hutan dan mulai mendengar suara-suara yang menimbulkan keraguan.
“Secara personal, aku lebih takut sama sesuatu hal yang aku bayangkan daripada yang aku lihat secara visual atau tampak. Karena ketika suara itu ada ruang di kepala kita, di ruang itu kita membayangkan, seperti apa bentuknya atau dari mana asalnya?” ujar Ilya.
Untuk membangun teror, Ilya memanfaatkan handy talkie (HT) sebagai salah satu sumber suara yang sulit dipercaya.
Perangkat komunikasi yang akrab dalam proses produksi film itu dieksplorasi melalui karakteristik suaranya, seperti noise, suara statis, dan frekuensi yang terputus-putus.
“Jadi HT itu menurut aku jadi medium yang sangat menarik. Karena kalau ada suara dari HT terkadang membuat aku berpikir, ‘Ini yang ngomong siapa ya?’ Dan biasanya dari suara-suara yang keluar itu kita sudah membayangkan bentuknya seperti apa,” jelas Ilya.
Melalui pendekatan tersebut, Hasut menempatkan imajinasi penonton sebagai bagian penting dalam membangun ketakutan.
Suara yang tidak jelas sumbernya memunculkan pertanyaan tentang siapa yang berbicara, apa yang sebenarnya terjadi, dan sejauh mana karakter dapat mempercayai apa yang mereka dengar.
Debut Penyutradaraan Setelah Berkarya Sejak 2010
Baca juga : Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Teror Rephaim Ancam Satu Kota
Hasut menjadi perjalanan kreatif baru bagi Ilya yang telah lama berkecimpung di dunia perfilman. Sebelum menyutradarai film ini, ia dikenal melalui karya-karya penulisan skenario dalam berbagai genre.
Sejumlah film yang pernah melibatkan Ilya sebagai penulis antara lain Catatan Harian Si Boy (2011), Rectoverso: Curhat Buat Sahabat (2013), Sundul Gan: The Story of Kaskus (2016), dan A Man Called Ahok (2018). Ia juga pernah menjadi sutradara dalam film omnibus Pintu Harmonika (2013).
Selain berkarier di industri film, Ilya mendirikan Aksara Jiva, ruang kreatif reflektif yang memadukan penulisan, penyelidikan diri (self-inquiry), dan penceritaan berbasis pemulihan (healing).
Bagi Ilya, tema hasutan dalam film ini juga memiliki makna personal. Ia melihat bagaimana suara atau pengaruh dari luar dapat masuk ke dalam pikiran, kemudian dianggap sebagai suara diri sendiri hingga menghambat seseorang untuk memulai sesuatu.
“Film ini juga menjadi refleksi bagiku secara personal. Aku sudah lama juga sebenarnya di industri film. Dan yang sering menghambat itu sebenarnya ketika hasutan itu masuk ke kepala kita dan kita yakin sekali itu suara kita sendiri. Padahal, itu hasutan-hasutan yang muncul dari luar dan bisa menghambat kita untuk memulai dan melakukan sesuatu. Seperti saat aku membuat film feature pertamaku, aku merasa sepertinya aku tidak perlu mendengarkan hasutan-hasutan itu semua,” ujar Ilya.
Film Hasut ditulis dan disutradarai oleh Ilya Sigma, diproduksi Tuta Films dengan Putrama Tuta dan Siera Tamihardja sebagai produser serta Nick Musa sebagai ko-produser.
Film ini dibintangi Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Hasut saat ini tayang di bioskop Indonesia.
Baca juga : Kasasi PARFI Dikabulkan, Ki Kusumo Apresiasi Tim Hukum
Informasi terbaru mengenai film tersebut dapat diikuti melalui akun Instagram @filmhasut dan @tutafilms.
Sinopsis Film Hasut
Empat orang pergi ke tengah hutan untuk menjalani ritual penyembuhan. Namun, perjalanan yang semula diharapkan membawa kedamaian justru berubah menjadi misteri yang perlahan mengikis rasa percaya di antara mereka.
Di tengah hutan, suara-suara hasutan mulai muncul, mempertanyakan siapa yang dapat dipercaya dan apa yang sebenarnya terjadi.
Ketakutan, luka lama, dan kecurigaan membuat mereka semakin sulit membedakan kenyataan dari sesuatu yang hanya hadir dalam pikiran.
Hutan pun menjadi ruang yang menguji batas kepercayaan mereka, tempat setiap suara bisa menjadi petunjuk, ancaman, atau bahkan kebohongan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.