BREAKING NEWS
 

Soal Pelaksanaan Pemilu Dan Pilkada, Beri Jarak, Tak Perlu Serentak

Dede Yusuf: Sebaiknya Jarak Minimal Satu Tahun

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DAUD FADILLAH
Selasa, 24 Desember 2024 07:40 WIB
Dede Yusuf, Wakil Ketua Komisi II DPR RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa tanggapan Anda dengan keinginan masyarakat agar Pemilu dan Pilkada Serentak dilakukan pada tahun yang berbeda?

Memang hal yang paling signifikan adalah jarak waktu antara Pemilu dan Pilkada minimum satu tahun.

Adsense

Kenapa harus lebih dari satu tahun?

Karena kita pahami penyelenggara Pemilu dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) cukup kelelahan. Kita ketahui bahwa prosesnya kan tidak hanya di hari itu saja. Prosesnya terjadi mulai dari persiapan, sosialisasi, pencetakan dan lain-lain. Itu kan memakan waktu puluhan bulan. Jadi, kelelahan ini juga menjadi salah satu faktor.

Baca juga : Menkum: Koruptor Tidak Serta Merta Dapat Amnesti

Anda yakin jika ada jarak waktu antara Pemilu dan Pilkada, partisipasi pemilih akan meningkat?

Menurut saya, kalau memang ada jarak, baik itu satu tahun, dua tahun atau lainnya. Paling tidak dalam lima tahun waktu tugas KPU dan Bawaslu, nanti akan ada dua momentum yang menjadi fokusnya.

Jadi ini bisa menjadi solusi ya?

Menurut kami, paling penting adalah soal jarak waktu antara Pemilu dan Pilkada ini. Sehingga euforia untuk memilihnya itu menjadi sangat besar. Karena kalau masyarakatnya terus ogah-ogahan malas atau calonnya yang kurang menarik bagi mereka, mereka tidak akan datang gitu.

Baca juga : NasDem Berkomitmen Berpolitik Tanpa Mahar

Apakah ada faktor lain yang menurut Anda menjadikan partisipasi publik menurun?

Kita mesti lihat juga di Pilkada 2024 ini, ada memang daerah-daerah yang masih cukup rentan dengan konflik-konflik horizontal.

Seperti apa itu?

Seperti di daerah pegunungan yang sangat sulit untuk dicapai, isu-isu SARA-nya juga masih sangat tinggi sekali. Itu perlu juga dibahas, apakah tetap dengan Pilkada langsung atau cukup seperti apa yang pernah diusulkan Presiden dengan Pilkada dipilih DPRD. Jadi bukan semua dipilih DPRD, tapi daerah mana yang memang perlu dipilih DPRD sebagai perwakilan dari rakyat.

Baca juga : 312 Perkara Pilkada Di MK Agar Dihadapi Dengan Baik

Adakah faktor lain yang membuat partisipasi pemilih kurang maksimal?

Kurang menggapai para pemilih-pemilih pemula yang notabene sekarang kan banyak yang generasi-generasi muda, gen Z itu juga kurang mampu merangkul, ya baik pesertanya maupun juga dari sosialisasi KPU. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 24 Desember 2024 dengan judul "Soal Pelaksanaan Pemilu Dan Pilkada, Beri Jarak, Tak Perlu Serentak, Dede Yusuf: Sebaiknya Jarak Minimal Satu Tahun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense