BREAKING NEWS
 

Luncurkan Buku Pendidikan Anak Disabilitas, LSPR Dukung Kesetaraan Berkarya

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 22 Agustus 2024 19:42 WIB
Founder & CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - LSPR Institute of Communication & Business (LSPR Institute) meluncurkan tiga buku yang berisikan tentang panduan orang tua dalam memberikan kasih sayang kepada anaknya yang menyandang disabilitas.

Pada peluncuran buku ini, LSPR bekerjasama dengan Nozomi no sono (The National Centre for Persons with Severe Intellectual Disabilities) Jepang.

Adapun ketiga buku yang diluncurkan yakni berjudul Kondisi Terkini dan Isu Kebijakan Layanan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas Perkembangan di Asia Tenggara; Pengembangan Panduan Berbasis Pembinaan untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Orang Tua Anak dengan Disabilitas Perkembangan di Asia Tenggara; dan Panduan Pelatihan, Pendampingan, dan Pembinaan bagi Orang Tua Anak dengan Disabilitas Perkembangan di Asia Tenggara.

Baca juga : Lentera Bersinar Indonesia Siap Fasilitasi Warga Bebas Dari Narkoba

Untuk menyukseskan sosialisasi ketiga buku ini, LSPR dan Nozomi no sono juga berkoordinasi dengan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).

Founder & CEO LSPR Institute Prita Kemal Gani berharap kolaborasi ini tidak hanya sampai dalam peluncuran buku. Akan tetapi, juga ada implementasi ke arah yang lebih konkret.

Adsense

"Secara khusus, untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan kampanye komunikasi strategis guna membuka jalan bagi kebijakan jangka panjang yang memastikan kesempatan yang setara bagi individu, dengan disabilitas perkembangan," kata Prita dalam peluncuran tiga buku di Gedung LSPR Institute of Communication & Business, Sudirman, Jakarta, Kamis (22/8/2024).

Baca juga : Cuaca Besok Di Bekasi Mendung Dan Cerah Berawan,

Menurut Prita, dengan belajar dari pengalaman dan inovasi Jepang mengenai isu layanan kepada penyandang disabilitas, pihaknya berharap dapat memperkaya SDM di seluruh ASEAN. Juga, dapat membangun masyarakat yang lebih inklusif bagi semua orang.

"Saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak atas dukungan dan partisipasinya dalam proyek ini," ujar Prita.

Hasil riset dan buku panduan ini diharapkan dapat membuka wawasan dan pemahaman orang tua, caregiver, tenaga profesional di bidang kesehatan serta pendidikan, dan pembuat kebijakan di kawasan ASEAN tentang disabilitas perkembangan.

Baca juga : WIKA Tingkatkan Fasilitas Pendidikan Di Yayasan Sayap Ibu

"Kami mengajak semua pihak untuk memanfaatkan momen ini untuk menegaskan kembali komitmen kita dalam menciptakan dunia, di mana individu dengan disabilitas perkembangan dapat diberdayakan, disertakan, dan dihargai atas kontribusi unik mereka," tutur dia.

Di kesempatan sama, Duta Besar Misi Jepang untuk ASEAN, Masahiko Kiya mengucapkan selamat kepada LSPR, Nozomi no sono, ERIA, dan pemangku kepentingan terkait atas selesainya proyek tiga buku. Dubes Kiya juga menyampaikan penghargaan atas upaya yang telah dilakukan dalam proyek ini.

"Salah satu dari ketiga buku ini diharapkan dapat membantu penyandang disabilitas perkembangan dan orang tua mereka untuk mengatasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi seputar layanan dan perawatan kesehatan, termasuk dalam mengatasi kekhawatiran dan kecemasan bagi para orang tua. Sehingga mereka dapat mendampingi dan memberikan dukungan terhadap anak-anak mereka," papar Dubes Kiya dalam video yang diputar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense