RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka melemah 0,21 persen ke level Rp 15.611 per dolar Amerika Serikat (AS), dibanding penutupan perdagangan Jumat (11/10/2024) di level Rp 15.578 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia mayoritas melemah terhadap dolar AS. Won Korea anjlok 0,59 persen, baht Thailand melemah 0,40 persen, yuan China minus 0,16 persen, ringgit Malaysia minus 0,14 persen, peso Filipina turun 0,12 persen, dolar Taiwan melemah 0,10 persen, yen Jepang turun 0,06 persen dan dolar Hong Kong minus 0,03 persen.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Menguat Ke Level Rp 15.662
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya menguat 0,14 persen ke level 102,82. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,01 persen ke level Rp 17.036, terhadap poundsterling Inggris minus 0,01 persen ke level Rp 20.352, dan terhadap dolar Australia naik 0,25 persen ke level Rp 10.493.
Analis komoditas dan mata uang, Lukman Leong mengatakan, lemahnya rupiah dipicu oleh pengumuman stimulus ekonomi Cina sehingga belum memberi kepastian terhadap investor.
Baca juga : Soal Pendidikan, JK Kembali Galak Ke Nadiem
“Rupiah tertekan oleh pengumuman stimulus pemerintah China yang dianggap investor kurang memberikan detil,” katanya di Jakarta, Senin (14/10/2024).
Lukman mengatakan, rupiah melemah juga dikarenakan dolar AS yang menguat setelah data inflasi produsen AS lebih tinggi dari perkiraan.
Baca juga : Pagi Ini, Rupiah Melemah Ke Level Rp 15.660
Ia memproyeksi, nilai tukar rupiah berkisar Rp 15.500 hingga Rp 15.650 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.