BREAKING NEWS
 

Kinerja Moncer, Medco Energi Raup Laba Rp 4,2 Triliun

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 1 November 2024 12:35 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kinerja perusahaan yang moncer dalam 9 bulan atau periode Januari September 2024.

Laba bersih Medco tercatat mengalami kenaikan 12,75 persen, dari 242 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 3,8 triliun (kurs Rp 15.719 per dolar AS) menjadi 273 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,2 triliun.

Selain itu, perusahaan juga mengantongi pembayaran dividen interim sebesar Rp 15,75/saham pada (1/11/2024) dari total dividen yang disebar tahun ini sebesar 70 juta dolar AS, atau ekuivalen Rp 1 triliun.

Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro bersyukur dengan hasil operasional dan keuangan perseroan.

“Upaya berkelanjutan Medco Energi untuk mendukung masa depan energi yang berkelanjutan, dikombinasikan dengan dedikasi kami mematuhi praktik terbaik Environmental, Social and Governance (ESG) internasional, telah mendapatkan pengakuan positif dari para investor dan lembaga pemeringkat,” ujar Hilmi dalam keterangan resmi perusahaan, Kamis (31/10/2024).

Mengacu pada ikhtisar keuangan perseroan, hingga kuartal III-2024, Medco ber hasil mencatat pendapatan sebelum bunga pajak atau ebitda (Earnings Before Interest Taxes Depreciation and Amortization) sebesar 979 juta dolar AS.

Sedangkan laba bersih mencapai 273 juta dolar AS dengan Return on Equity (RoE) salah satu yang terbaik di industri sebesar 16 persen.

Kontribusi laba bersih dari anak usaha, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 129 juta dolar AS, meningkat dari 116 juta di tahun sebelumnya.

Menurut Hilmi, Amman telah memproduksi tembaga sebanyak 335 Mlbs (million pound) sampai kuartal III 2024, atau 68 persen lebih tinggi ketimbang tahun lalu, dengan harga tembaga saat ini 4,2 pound.

Baca juga : Dibeberkan Menko Zulhas, Swasembada Pangan Butuh Rp 139 Triliun

“Bukan hanya produksi tembaga yang naik, produksi emas Amman juga melonjak sebesar 173 persen dibanding tahun lalu,” ujar Hilmi.

Selain itu, lanjut dia, utang bersih Medco terhadap Ebitda sebesar 1,7 kali, serta kas dan setara kas mencapai 672 juta dolar AS.

Adapun, dari segi produksi minyak dan gas (migas), Medco sudah berada di atas panduan sebesar 153 juta barel setara minyak per hari (MBO EPD), dengan harga minyak rata-rata terealisasi sebesar 80 per barel.

“Dari sisi capital expenditures, perseroan sudah merealisasikan 300 juta dolar AS sampai kuartal III-2024. Terutama dialokasikan untuk pengembangan baru di Natuna, Corridor, Oman 60 dan Ijen,” sambung Hilmi.

Medco juga melaporkan keberhasilannya melunasi utang restricted group sebesar 2,8 miliar dolar AS dengan 107 juta dolar AS dalam sembilan bulan tahun ini.

Sebagian diimbangi dengan revaluasi mata uang sebesar 42 juta dolar AS.

Selain itu, lembaga pemeringkat kredit, Moody’s, juga telah merevisi outlook menjadi B1 positif mengikuti peningkatan serupa dari S&P dan Fitch Credit Ratings menjadi BB.

Sementara, pada ikhtisar operasional, pihaknya telah memproduksi migas sebanyak 153 MBOEPD. Capaian ini lebih rendah ketimbang produksi migas pada 2023.

Adsense

"Penurunan produksi tersebut akibat berkurangnya hak kelola corridor dan divestasi Vietnam," ujar Hilmi.

Baca juga : Perkuat Fundamental Kinerja, BRI Cetak Laba Rp45,36 Triliun

Chief Executive Officer Medco Energi Internasional, Roberto Lorato mengungkapkan kinerja MEDC didorong oleh penyelesaian proyek-proyek utama di Suban, Meliwis, dan West Belut.

MEDC juga melanjutkan pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Ijen dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Bali.

Pada segmen ketenagalistrikan, Medco Power menghasilkan penjualan sebesar 2.961 GWh. Dari jumlah itu, 21 persen berasal dari sumber energi terbarukan.

Penjualan sedikit menurun karena shut down operasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau pada Agustus.

Capex untuk segmen listrik mencapai 51 juta dolar AS. Belanja digunakan untuk melanjutkan pengembangan tahap pertama Panas Bumi Ijen, proyek PLTS Bali Timur 25 Megawatt peak (MWp) dan ekspansi Energi Listrik Batam (ELB) menjadi Combined Cycle Power Plant (CCPP).

Medco Power mendapatkan izin eksplorasi panas bumi (PSPE) di Samosir, Sumatera Utara, yang dekat dengan operasi Sarulla yang sudah ada.

Selain itu, konsorsium Pacific Medco Solar Energy menerima conditional license dari Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) untuk mengimpor 600 MW tenaga surya ke Singapura.

Raih Penghargaan Dari SKK Migas

PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui tiga anak perusahaannya PT Medco E & P Indonesia, Medco E&P Grissik Ltd dan Medco E&P Natuna Ltd (Medco E&P) berhasil meraih tujuh SKK Migas Award 2024.

Ketujuh penghargaan tersebut diperoleh atas capaian kinerjanya pada bidang Eksplorasi & Pengembangan Wilayah (EWP), Pengawasan Internal, Eksploitasi, Keuangan dan Komersial serta Dukungan Bisnis.

Baca juga : Top, Laba BRI Tembus Rp45,36 Triliun

Jajaran Manajemen Medco E&P menerima secara langsung SKK Migas Award 2024 pada malam penganugerahan di Jakarta, Selasa (10/9/2024).

PT Medco E & P Indonesia meraih empat penghargaan untuk kategori The Best Local Content Achievement, The Best Compliance in Data Management, Assurance and Consulting Excellent Award dan The Best Achievement in Revenue Optimization & Cost Behaviour.

Sementara itu, Medco E&P Grissik Ltd meraih dua penghargaan untuk kategori The Best Performance in Financial Management, serta The Best Onshore Project Performance. Adapun Medco E&P Natuna Ltd meraih The Best Offshore Project Performance.

Direktur Utama Medco E&P Ronald Gunawan berterima kasih kepada SKK Migas atas penghargaan tersebut.

Menurut Ronald, pencapaian ini merupakan bukti komitmen Medco E&P untuk terus berinovasi dan menerapkan kinerja terbaik dalam industri Migas.

”Penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus mengembangkan teknologi baru dan solusi inovatif dalam menghadapi tantangan industri Migas di masa depan," ujar Ronald.

Ronald menambahkan, ketujuh penghargaan yang diraih Medco E&P juga merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh tim serta kerja sama dan sinergi yang kuat antara perusahaan dengan SKK Migas, Pemerintah, mitra bisnis dan seluruh pemangku kepentingan.

"Terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga Medco E&P dapat terus beroperasi dan mendukung target produksi Migas nasional, menjaga ketahanan energi, serta berkontribusi pada penerimaan negara,’’ ungkapnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense