BREAKING NEWS
 

Komisaris Pertamina Tinjau Produksi Migas dan Konservasi Orang Utan di Kaltim

Reporter & Editor :
FAZRY
Rabu, 30 Juli 2025 15:42 WIB
Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) melakukan kunjungan kerja ke wilayah operasi salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), yakni PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) yang mengelola Wilayah Kerja Sang Sanga di Kalimantan Timur.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) blusukan ke wilayah operasi PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), untuk mengecek langsung kinerja dan kegiatan sosial perusahaan di Wilayah Kerja Sanga Sanga, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dipimpin Wakil Komisaris Utama Todotua Pasaribu, rombongan mengunjungi fasilitas Mutiara Central Plant (MCP), berdialog dengan para pekerja, dan meninjau langsung lokasi program pelestarian satwa orang utan, Rabu (24/7).

Turut hadir Komisaris Nanik S. Deyang, Komisaris Independen Condro Kirono dan Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero) Ahmad Siddik Badruddin, serta jajaran direksi PT Pertamina Hulu Energi.

Dalam kunjungan itu, manajemen PHSS yang dipimpin Direktur Sunaryanto dan GM Zona 9 Julfrinson Alfredo Sinaga memaparkan kinerja positif perusahaan.

Hingga Juni 2025, produksi gas bumi mencapai 93,11 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), dan produksi minyak 12.752 barel per hari (BOPD).

Baca juga : Hari Anak Nasional, Pertamina Bagikan Perlengkapan Sekolah Di Balikpapan

Manajemen juga menjelaskan sejumlah tantangan dalam pengelolaan lapangan tua (mature) dan dinamika operasional di lapangan. Menanggapi hal itu, Todotua menekankan pentingnya kerja sama lintas tim dan lembaga.

“Koordinasi dan sinergi merupakan kunci utama untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, kita bisa mendapatkan solusi bersama yang terbaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis perusahaan, Rabu (30/7).

Selain menyoroti kinerja operasional, Dewan Komisaris juga menyambangi lokasi program pelestarian orang utan yang dijalankan oleh Zona 9 melalui anak perusahaan PHI, yakni PT Pertamina EP (PEP) Tanjung, PEP Sangasanga, dan PEP Sangatta.

Program konservasi ini bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), termasuk adopsi tiga individu orang utan dan penanaman 2.600 pohon sejak 2024.

Adsense

Program tersebut menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Baca juga : Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Palembang

Langkah ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-15 tentang perlindungan ekosistem daratan.

“Saya sangat mengapresiasi kerja luar biasa dari PEP Tanjung, PEP Sangasanga dan PEP Sangatta dengan BOSF yang tidak hanya fokus merawat orang utan, tetapi juga terus mengembangkan program-program konservasi yang berkelanjutan,” ujar Nanik S. Deyang.

Nanik juga mendorong perluasan dukungan terhadap BOSF ke entitas lain di bawah Grup Pertamina, termasuk Zona 8, agar dampak program konservasi lebih merata.

Ia menegaskan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap orang utan yang dilepasliarkan.

Ia mengingatkan, sebagian besar orang utan yang dirawat BOSF sudah terbiasa dengan manusia, sehingga perlu dilatih lagi agar mampu bertahan hidup secara liar.

Baca juga : Kejar Target Produksi, SKK Migas Siap Bantu KKKS Garap Proyek Tepat Waktu

Untuk itu, edukasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi dinilai sangat penting. Nanik juga menekankan bahwa program pemberdayaan masyarakat harus berjalan seiring dengan upaya pengentasan kemiskinan.

Dengan begitu, manfaat kegiatan konservasi tidak hanya dirasakan secara ekologis, tapi juga sosial.

Zona 9 berada di bawah Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan yang dipimpin oleh PHI.

Zona ini menjalankan operasi migas dan program tanggung jawab sosial sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja Sanga Sanga dan Sangatta di Kalimantan Timur, serta Tanjung di Kalimantan Selatan.

Program-program sosial PHI mencakup bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, infrastruktur, dan penanggulangan bencana, sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemberdayaan masyarakat dan pencapaian SDGs.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense