RM.id Rakyat Merdeka - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) melaksanakan Simulasi Tanggap Darurat Lingkungan, di Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS LB3) Gas Insulated Switchgear (GIS) 150 kilovolt (kV) Muara Karang Baru, Kota Jakarta Utara, Rabu (22/10/2025).
Adapun, simulasi diikuti Assistant Manager Lingkungan PLN UIP JBB, seluruh Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan dan Keamanan (K3L&Kam) dari unit pelaksana PLN UIP JBB, serta tim dari PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB).
Assistant Manager Lingkungan PLN UIP JBB Rizki Juliawan mengatakan, simulasi perdana ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kesiapsiagaan Tim Tanggap Darurat, sekaligus memastikan efektivitas penerapan Sistem Manajemen Lingkungan di seluruh unit kerja PLN UIP JBB.
Kegiatan ini bertujuan melatih kesiapsiagaan tim, menguji efektivitas prosedur, serta menyempurnakan tata laksana tanggap darurat yang ada.
Baca juga : BNI & Badan Bank Tanah Perkuat Kolaborasi Strategis, Kebut Pembangunan Nasional
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh personel memahami perannya ketika menghadapi potensi keadaan darurat lingkungan," ujar Rizki, dalam keterangan resminya, Jumat (24/10/2025).
Rizki menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari upaya kami menjaga kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan standar Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi dan pembelajaran agar tim tanggap darurat semakin kompeten.
"Serta, memilik response time yang cepat dalam menghadapi kondisi darurat di lapangan," katanya.
Baca juga : PHE Perkuat Posisi Sebagai Andalan Nasional Dukung Swasembada Energi
Di kesempatan yang sama, General Manager PLN UIP JBB Yasir mengapresiasi pelaksanaan simulasi perdana ini sebagai wujud nyata komitmen PLN terhadap keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.
Yasir mengatakan, kesiapsiagaan terhadap potensi keadaan darurat lingkungan harus menjadi budaya setiap insan PLN. Hal ini juga menunjukkan, perseroan tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan yang andal.
"Tetapi, juga memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab terhadap lingkungan,”ujarnya.
Terlebih, pelaksanaan simulasi ini sejalan dengan arah Transformasi PLN Green, yang mendorong terciptanya infrastruktur kelistrikan lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Karenanya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kinerja proyek, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan.
Baca juga : Disambut Bahagia, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS Diterima Warga Palestina
"Kami berkomitmen untuk terus mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam setiap proses pembangunan, selaras dengan arah transformasi PLN,” pungkas Yasir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.