BREAKING NEWS
 

Kredit Bank Mandiri Tumbuh 11 Persen Tembus Rp 1.764,32 Triliun

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 27 Oktober 2025 18:34 WIB
Paparan kinerja Bank Mandiri kuartal III-2025 secara virtual, Senin (27/10/2025). (Foto: Dok Bank Mandiri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika ekonomi global masih bergejolak, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mempertahankan tren pertumbuhan bisnis, dengan mencatatkan kinerja yang solid.

Bank Mandiri masih mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 37,7 triliun di kuartal III-2025. Bank Mandiri juga mencatat penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp 1.764,32 triliun, tumbuh 11 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Angka tersebut, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 7,70 persen yoy menurut data Bank Indonesia (BI).

“Kinerja ini mencerminkan keunggulan intermediasi Bank Mandiri, dalam memperluas pembiayaan yang berorientasi pada produktivitas dan penciptaan nilai tambah ekonomi,” kata Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini dalam acara paparan kinerja kuartal III-2025 secara virtual, Senin (27/10/2025).

Hingga akhir September 2025, total aset konsolidasi Bank Mandiri turut meningkat dan mencapai Rp 2.563 triliun, naik 10,3 persen secara yoy.

“Pencapaian ini mempertegas komitmen perseroan untuk terus melakukan akselerasi dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional, melalui sinergi seluruh lini bisnis dan ekosistem produktif,” ujarnya.

Baca juga : Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit Tembus Rp 2,3 Triliun

Dia mengatakan, konsistensi pertumbuhan tersebut mencerminkan kuatnya fundamental dan ketepatan strategi yang dijalankan.

“Kami fokus menjaga pertumbuhan yang berkualitas, didukung tata kelola risiko yang disiplin, serta sinergi lintas segmen dan sektor yang memperkuat daya saing ekonomi nasional,” katanya.

Bank berkode emiten BMRI ini menilai, pertumbuhan tersebut ditopang oleh seluruh segmen bisnis yang ditunjang oleh ekosistem bisnis di wilayah.

Realisasi ini lanjut Novita, mempertegas komitmen Bank Mandiri dalam memperkuat sektor padat karya dan ekonomi kerakyatan selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo.

“Kami melihat sektor padat karya, industri berorientasi ekspor, serta industri makanan dan minuman masih menjadi motor pertumbuhan yang signifikan," ujarnya.

Adsense

Kredit yang disalurkan di sektor-sektor ini terbukti memberikan multiplier effect, terhadap lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

Baca juga : Jumlah Uang Beredar Naik 8 Persen, Tembus Rp 9.771 T Di September 2025

Novita mengatakan, Bank Mandiri akan terus menjadi mitra bagi pelaku usaha untuk memperluas kapasitas dan daya saing melalui pembiayaan yang berkelanjutan.

Pertumbuhan kredit yang solid juga diikuti dengan manajemen risiko yang terjaga. Pada akhir September 2025, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross bank only tercatat 1,03 persen, dengan rasio pencadangan atau coverage ratio tetap terjaga baik pada level 271 persen.

“Pertumbuhan yang berkelanjutan menjadi prioritas utama kami,” tuturnya.

Bank Mandiri memastikan setiap langkah ekspansi dijalankan secara terukur dan selaras dengan prinsip kehati-hatian, serta tata kelola yang baik untuk menjaga kualitas aset dan kinerja perseroan.

Sebagai bank milik negara, Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis Pemerintah dalam mendorong percepatan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran 74 persen atau sekitar Rp 40,7 triliun dari total penempatan dana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar Rp 55 triliun hingga akhir September 2025, yang disalurkan kepada lebih dari 24 ribu pelaku usaha di 15 sektor strategis nasional.

Baca juga : Laba Bersih BCA Tumbuh 5,7 Persen Tembus Rp 43,4 Triliun Di Kuartal III-2025

Penyaluran dana tersebut, juga difokuskan pada sektor-sektor berorientasi ekspor, padat karya, serta UMKM yang diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

“Kami optimis, penempatan dana tersebut mampu menciptakan efek positif bagi perekonomian masyarakat secara nasional,” ujarnya.

Dia menekankan, Bank Mandiri ingin memastikan setiap dana Pemerintah yang dikelola perusahaan untuk benar-benar masuk ke sektor produktif.

Novita menambahkan, kualitas kredit dari penyaluran tersebut juga tetap terjaga optimal sejalan dengan prinsip kehati-hatian perseroan.

Tak berhenti di situ, bank berlogo pita emas ini juga aktif dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) seperti pembangunan infrastruktur, pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah-Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), hingga program inklusif keuangan desa dan koperasi.

“Upaya tersebut menjadi bentuk nyata sinergi Bank Mandiri dan Pemerintah, dalam mempercepat pemerataan ekonomi nasional,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense