BREAKING NEWS
 

IHSG Berpeluang Bangkit ke 8.400, Investor Intip Peluang Borong Saham

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 29 Januari 2026 18:00 WIB
Pekerja memotret tampilan layar pergerakaan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasar saham Indonesia kembali berada di bawah tekanan. Pada perdagangan Kamis (29/1/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 10 persen dan menyentuh level terendah harian di posisi 7.481. Kondisi tersebut membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt.

Ini menjadi trading halt dua hari berturut turut. Kemarin, Rabu (28/1/2026), BEI juga melakukannya mengingat IHSG anjlok hingga lebih dari 8 persen menuju ke level 7.600-an.

Melihat dari pergerakan IHSG ini, analisa teknikal Bloomberg menilai, IHSG mulai mendekati area support penting. "Secara teknikal, IHSG berpotensi bangkit dari support-nya dari area level 7.770," tulis laporan Bloomberg.

Baca juga : IHSG Turun, Analis: Jangan Panik, Ini Peluang Investasi

Analisa selanjutnya, jika indeks mampu bertahan dan bergerak stabil di atas area tersebut, peluang rebound dinilai cukup besar. Target penguatan terdekat berada di level psikologis 8.000 yang sekaligus berfungsi sebagai resistance awal. Jika momentum berlanjut, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke area 8.400.

Selain itu, terdapat resistance lanjutan yang cukup kuat di sekitar level 8.680. Level ini berpotensi menjadi tantangan berikutnya apabila sentimen pasar membaik.

Adsense

Dari sisi bawah, area 7.700 dipandang sebagai support terdekat yang cukup penting. Support berikutnya berada di kisaran 7.200. Sementara itu, dalam skenario paling pesimistis, tekanan lanjutan dapat membawa IHSG turun hingga area 7.000, bahkan 6.700. Namun, semakin mendekati area tersebut, potensi technical rebound dinilai semakin besar.

Baca juga : Nova Arianto Bangun Timnas U-20, Mental Pemain Jadi Sorotan

Dari sisi sentimen, tekanan pasar dipicu oleh keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan seluruh kenaikan bobot saham Indonesia dalam indeksnya. 

Senior Partner SGMC Capital, Mohit Mirpuri, menilai dalam jangka pendek sentimen pasar cenderung netral hingga negatif, mengingat Indonesia berada dalam masa “percobaan” hingga Mei mendatang. Ia menyarankan investor untuk bersikap wait and see sambil menunggu kejelasan lebih lanjut.

Meski begitu, Mirpuri menegaskan bahwa secara historis, periode ketidakpastian justru kerap menjadi peluang bagi investor jangka panjang. Menurutnya, pasar sering kali mulai menguat sebelum ketidakpastian benar-benar berakhir. 

Baca juga : Penjelasan Lengkap Luhut Soal Hilirisasi, Investor China & Bandara IMIP Morowali

Oleh karena itu, di tengah tekanan saat ini, investor dinilai mulai dapat mencermati saham-saham berpotensi memiliki kinerja cemerlang lalu kemudian melakukan pembelian.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (29/1/2026), IHSG ditutup di level 8.232 atau tercatat melemah 1 persen dari pembukaan. Total volume perdagangan mencapai 973 miliar dengan nilai transaksi Rp 66,7 triliun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense