BREAKING NEWS
 

Perkuat Rantai Pasok, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer Hingga 67 Persen

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Sabtu, 7 Maret 2026 21:42 WIB
Foto: Dok KAI Logistik

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) berkomitmen meningkatkan kapasitas angkut kontainer pada layanan KALOG Plus, khususnya rangkaian KA KALOG 3.

Sejak 20 Februari 2026, KAI Logistik meningkatkan frekuensi perjalanan pada rangkaian KA KALOG 3 dari dua kali per minggu menjadi enam kali per minggu.

“Dengan penambahan ini, kapasitas angkut meningkat sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan,” ujar Direktur Komersial KAI Logistik Fahdel Akbar dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).

Fahdel mengatakan, hal tersebut dilakukan dalam menjawab meningkatnya kebutuhan distribusi sektor industri konsumsi nasional.

“Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan, serta mendorong efisiensi distribusi barang, terutama untuk sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG),” ujarnya.

Baca juga : PLTM Kukusan 2 Resmi Beroperasi, Arkora Hydro Tambah Kapasitas Energi Bersih

Dia menambahkan, penyesuaian kapasitas ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran moda kereta api pada segmen middle mile rantai pasok nasional.

Peningkatan layanan ini bukan hanya untuk mengakomodasi kenaikan volume, tetapi juga memastikan konsistensi jadwal dan kepastian layanan bagi pelanggan.

“Kami ingin menghadirkan solusi logistik yang lebih andal, cepat, dan kompetitif bagi industri,” katanya.

Adsense

Data internal KAI Logistik mencatat bahwa sepanjang 2025 perusahaan membukukan pertumbuhan volume angkutan kontainer sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Tren ini juga sejalan dengan data menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026, yang menyampaikan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 yang tumbuh 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024.

Baca juga : Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan Ke Daerah Bencana

“Ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi, termasuk pada sektor barang konsumsi,” ucap Fahdel.

Peningkatan konsumsi tersebut turut tercermin dari data terbaru Compas.co.id yang dipaparkan oleh Hanindia Narendrata, Co-Founder dan CEO Compas, yang menyebutkan bahwa nilai transaksi FMCG di platform digital melonjak hingga 168,7 persen dalam periode 2022–2025, bergerak dari angka Rp 48 triliun menjadi Rp 129 triliun.

Fahdel menuturkan, dinamika pergerakan barang yang semakin tinggi ini menjadi salah satu faktor pendorong optimalisasi layanan distribusi, termasuk melalui penguatan kapasitas pada rangkaian KA KALOG 3.

Layanan ini secara khusus melayani rute strategis Jakarta (Sungai Lagoa)-Surabaya (Kalimas), dengan titik transit di Karawang (Klari).

“Kehadiran titik transit ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan pelanggan di kawasan industri Klari, yang mayoritas bergerak di sektor FMCG,” ujarnya.

Baca juga : KAI Logistik Sukses Angkut 1,1 Juta Ton Barang Per Januari 2026

Fahdel menegaskan, dengan kapasitas angkut kontainer yang kami tingkatkan, pihaknya berharap dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan FMCG dan industri konsumsi lainnya dalam memfasilitasi pengiriman barang secara lebih optimal, konsisten, dan tepat waktu.

“Selain meningkatkan efisiensi distribusi, pemanfaatan moda kereta api juga menjadi solusi transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan,” kata Fahdel.

Melalui konsep green logistics, angkutan berbasis rel berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon serta beban lalu lintas di jalur darat, sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam mendukung sistem logistik nasional yang lebih ramah lingkungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense