BREAKING NEWS
 

Pembiayaan Pergadaian Tembus Rp 160,78 T, Tren Gadai Mewah Terus Tumbuh

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 21 September 2026 13:33 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri pergadaian nasional terus mencatatkan pertumbuhan hingga Juli 2026. Berdasarkan data resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan industri pergadaian mencapai Rp 160,78 triliun atau tumbuh 50,73 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dari total pembiayaan tersebut, produk gadai menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp 136,39 triliun atau mencapai 84,83 persen dari total portofolio pembiayaan industri pergadaian nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan, pertumbuhan industri pergadaian didorong tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif pembiayaan yang cepat dan efisien.

Pertumbuhan tersebut juga didukung perluasan jangkauan wilayah operasional pelaku usaha pergadaian di berbagai daerah.

Meski mencatat pertumbuhan tinggi, Agusman mengingatkan pelaku industri agar tetap menerapkan manajemen risiko secara cermat dan disiplin.

Baca juga : Menyeberang Laut, Kisah Vio Menjangkau Nasabah Ultra Mikro dari Rumah ke Rumah

"Pelaku usaha perlu mencermati kualitas serta pergerakan harga agunan yang memengaruhi risiko usaha, di samping tantangan akses dan efisiensi biaya pendanaan yang masih dihadapi oleh pergadaian swasta dalam memperluas pembiayaannya," tegas Agusman.

Gadai Barang Mewah Ikut Tumbuh

Pertumbuhan industri pergadaian nasional turut mendorong perkembangan segmen pergadaian barang mewah atau luxury pawn.

Pembiayaan berbasis agunan aset (asset-backed lending) semakin diminati kalangan High Net Worth Individuals (HNWI), pengusaha, dan kolektor yang membutuhkan likuiditas dalam jumlah besar dalam waktu singkat.

Adsense

Direktur PT Lesca Gadai Premier Bastian Purnama mengatakan, pertumbuhan industri pergadaian mencerminkan meningkatnya kepercayaan pemilik modal terhadap fleksibilitas produk pergadaian sebagai alternatif pembiayaan.

"Banyak pengusaha dan kolektor menyadari bahwa menjual aset fisik premium seperti jam tangan bernilai tinggi (haute horlogerie), tas desainer, hingga perhiasan berlian, bukanlah pilihan taktis saat pasar berfluktuasi atau saat nilai aset tersebut tengah terapresiasi. Melalui skema gadai premium, nasabah dapat mengoptimalkan nilai likuiditas laten dari koleksi mereka hingga miliaran rupiah guna menangkap momentum peluang usaha baru, sementara kepemilikan aset tetap terjaga seutuhnya," ujar Bastian.

Baca juga : Berkat Pembiayaan Ultra Mikro, Mawiyah Berhasil Perbaiki Ekonomi Keluarga

Menjawab imbauan OJK terkait volatilitas harga agunan dan mitigasi risiko, Bastian mengatakan Lesca Gadai Premier menerapkan standardisasi operasional.

Perseroan mengandalkan tim penaksir (appraiser) profesional bersertifikat dengan basis data nilai pasar sekunder internasional.

Lesca Gadai Premier juga telah mengantongi sertifikasi ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu dan ISO/IEC 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Pergadaian Masuk Ranah Wealth Management

Ekonom Senior Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah menilai perkembangan tersebut menunjukkan perubahan cara pelaku usaha dan segmen menengah-atas dalam mengelola struktur modal (cost of capital).

"Bagi segmen korporasi dan individu beraset mapan, kecepatan eksekusi dan pelestarian nilai portofolio investasi adalah kunci," tutur Piter. 

Baca juga : Lima Tahun Holding Ultra Mikro: Integrasi BRI, Pegadaian dan PNM Berhasil Mendorong Jutaan UMKM Naik Kelas dalam Ekosistem Ekonomi Kerakyatan Terbesar

Menurutnya, memanfaatkan fasilitas pembiayaan pergadaian dengan agunan barang mewah yang bernilai stabil jauh lebih rasional dibanding mencairkan portofolio saham saat pasar modal bergerak dinamis atau mencairkan instrumen simpanan lebih dini.

"Kehadiran entitas pergadaian swasta premium berizin resmi OJK seperti Lesca Gadai Premier sukses mereposisi peran pergadaian: dari yang sebelumnya dipersepsikan sebatas dana darurat, bertransformasi menjadi instrumen navigasi wealth management dan manajemen likuiditas modern," papar Piter.

Dengan pengawasan OJK yang berkesinambungan serta dorongan terhadap tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), sektor pergadaian diproyeksikan terus memperkuat perannya dalam mendukung inklusi keuangan dan menyediakan likuiditas bagi perekonomian nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense