RM.id Rakyat Merdeka - Berawal dari hobi merajut, EKKYTA mulai berkembang sebagai usaha kreatif di Kota Semarang pada 2011.
Dari tangan yang tekun mengolah benang, lahir berbagai produk handmade seperti basket rajut karakter dan tas makrame yang diminati karena keunikan, ketahanan, dan nilai estetikanya.
EKKYTA tidak berhenti pada satu teknik atau bentuk produk. Berbagai eksplorasi terus dilakukan, termasuk memanfaatkan limbah kain perca untuk menghasilkan karya yang tetap fungsional sekaligus memiliki karakter, sementara pemasarannya kini menjangkau pelanggan lokal, antarkota, antarpulau, hingga ekspor melalui pihak ketiga.
Owner EKKYTA Indah Prihatiningsih mengatakan, bahwa hobi merajut menjadi awal perjalanannya membangun EKKYTA.
Baca juga : Aksara Lontara Jadi Produk Fesyen, UMKM Makassar Tumbuh Bersama linkumkm by BRI
“EKKYTA berawal dari hobi merajut yang kemudian berkembang menjadi sebuah usaha kreatif. Berbekal semangat belajar, saya terus mengeksplorasi berbagai teknik dan inovasi rajut untuk menciptakan produk yang unik, estetik, serta memiliki nilai jual tinggi. EKKYTA mulai mengenal linkumkm by BRI melalui Rumah BUMN (RB) Semarang saat mengikuti berbagai program pelatihan,” ujarnya.
Bagi EKKYTA, menjaga agar setiap produk memiliki pembeda menjadi tantangan tersendiri di tengah banyaknya pelaku usaha yang menggunakan teknik rajut serupa.
Proses tersebut justru membawa EKKYTA bertemu dengan berbagai kesempatan untuk memperkenalkan karyanya kepada pasar yang lebih luas.
“Tantangan terbesar EKKYTA adalah menjaga inovasi agar produk selalu memiliki pembeda dibandingkan produk rajut lain dengan teknik serupa. Namun, konsistensi dalam berinovasi justru membuka banyak peluang untuk tampil di berbagai ajang bergengsi seperti UMKM EXPO(RT) BRILiaNpreneur 2023, BRI UMKM EXPO(RT) 2025, INACRAFT, serta berbagai pameran yang diselenggarakan oleh dinas di Kota Semarang,” kata Indah.
Baca juga : BRI Peduli Latih 500 Volunteer Kelola Sampah Pertegas Komitmen Keberlanjutan
Kesempatan belajar melalui linkumkm by BRI turut memberi bekal bagi EKKYTA dalam mengelola usaha. Pengetahuan yang diperoleh dari berbagai pelatihan kemudian diterapkan hingga EKKYTA berhasil meraih Juara 2 BRI Inkubator Rumah BUMN Semarang Tahun 2023, sementara tabungan, BRImo, dan QRIS dari BRI digunakan untuk mendukung kebutuhan transaksi sehari-hari.
Keterampilan yang terus diasah melalui proses merajut juga menemukan ruang untuk dibagikan kepada warga binaan Lapas Perempuan Semarang.
Setelah mendapat pelatihan dari EKKYTA, mereka kemudian dilibatkan dalam proses produksi.
Pada kesempatan terpisah, Senior Executive Vice President (SEVP) Micro Business Empowerment BRI M. Candra Utama mengatakan bahwa perjalanan EKKYTA menunjukkan pentingnya pengembangan kapasitas bagi pertumbuhan usaha sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Baca juga : BRI & KPK Siapkan Agen Perubahan Lewat PELOPOR 2026 Perkuat Budaya Antikorupsi
“EKKYTA menunjukkan bahwa sebuah usaha dapat tumbuh dari sesuatu yang sederhana ketika pelakunya terus belajar, berinovasi, dan mampu melihat peluang di sekitarnya," ujar Candra dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).
Candra menambahkan, yang juga penting, keterampilan yang berkembang dari usaha tersebut dapat dibagikan dan membuka kesempatan bagi orang lain untuk berkembang.
"linkumkm by BRI akan terus dikembangkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM untuk belajar, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan usahanya,” ujar Candra.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.