RM.id Rakyat Merdeka - Forum Zakat menegaskan pentingnya menjaga integritas, transparansi dan netralitas dalam pengelolaan dana zakat, infak dan sedekah (ZIS). Kepercayaan masyarakat, menurut Forum Zakat, menjadi amanah utama yang harus dijaga seluruh organisasi pengelola zakat (OPZ).
Penegasan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap pengelolaan zakat dalam beberapa waktu terakhir. Forum Zakat menilai kritik dan perhatian masyarakat harus menjadi bahan evaluasi untuk terus memperkuat tata kelola lembaga zakat.
"Berbagai komentar dan sorotan terhadap pengelolaan zakat dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik adalah amanah yang harus terus dijaga dan dirawat bersama," demikian keterangan Forum Zakat.
Forum Zakat menyatakan gerakan zakat di Indonesia tumbuh melalui kolaborasi berbagai pihak. Pengelola zakat, muzaki, mustahik, pemerintah, ulama, dunia usaha, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Selama ini, zakat tidak hanya dijalankan sebagai kewajiban keagamaan. Dana ZIS juga telah menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan hingga penanganan kebencanaan.
Namun, besarnya amanah tersebut membuat pengelolaan zakat harus memenuhi standar tata kelola yang tinggi. Kepercayaan publik, menurut Forum Zakat, tidak cukup dibangun melalui besarnya dana yang dihimpun maupun banyaknya program yang dijalankan.
Kepercayaan harus dibuktikan melalui transparansi, akuntabilitas, kepatuhan terhadap prinsip syariah dan konsistensi lembaga dalam menjalankan mandatnya.
Baca juga : 19 Peserta Lolos Sertifikasi Profesi Manajer Operasional Zakat LSP Kemenag
"Setiap dana yang dipercayakan masyarakat harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian, dapat dipertanggungjawabkan, dan diarahkan untuk menghadirkan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi penerima manfaat," tulis Forum Zakat.
Forum Zakat juga menyoroti pentingnya menjaga netralitas organisasi pengelola zakat. Lembaga zakat harus tetap bekerja untuk kepentingan umat dan kemanusiaan tanpa terlibat dalam kepentingan politik praktis.
Ruang pengelolaan zakat, menurut Forum Zakat, juga perlu dijaga dari tindakan yang berpotensi menimbulkan persepsi glorifikasi terhadap figur tertentu.
Menjaga jarak dari politik praktis bukan berarti lembaga zakat menjauh dari kehidupan kebangsaan. Justru netralitas diperlukan agar dana yang dipercayakan masyarakat tetap digunakan sesuai misi utama zakat, yakni membantu mereka yang berhak dan membutuhkan.
Forum Zakat mengingatkan dana ZIS memiliki aturan penggunaan yang ketat. Penyaluran dana zakat terikat ketentuan syariah, termasuk kewajiban menyalurkannya kepada delapan golongan penerima atau asnaf.
Selain ketentuan syariah, pengelolaan zakat juga harus mengikuti regulasi yang berlaku di Indonesia. Karena itu, pengelolaan ZIS tidak cukup hanya mengandalkan niat baik, tetapi juga harus memenuhi standar kepatuhan.
Forum Zakat menyebut terdapat tiga prinsip yang harus berjalan bersamaan, yakni aman secara syariah, aman secara regulasi dan aman dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca juga : BAZNAS Gandeng POROZ Optimalkan Pengelolaan Zakat Untuk Entaskan Kemiskinan
Pengawasan terhadap pengelolaan dana juga dilakukan melalui berbagai mekanisme. Salah satunya melalui keberadaan Dewan Pengawas Syariah (DPS) di internal lembaga serta otoritas lain yang menjalankan fungsi pengawasan dan kepatuhan.
"Integritas pengelola zakat sesungguhnya dibangun melalui sistem yang berlapis. Bukan semata-mata bergantung pada siapa yang mengelola, tetapi pada mekanisme yang memastikan amanah tersebut dapat diuji dan dipertanggungjawabkan," tulis Forum Zakat.
Lembaga Amil Zakat (LAZ), lanjut Forum Zakat, juga tidak bekerja tanpa pengawasan. Lembaga zakat yang beroperasi secara legal harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mekanisme kepatuhan, termasuk dalam pengajuan maupun perpanjangan izin operasional.
Di tingkat internal, sejumlah lembaga menjalankan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), audit syariah serta berbagai mekanisme evaluasi lainnya.
Sebagian lembaga zakat juga telah mengembangkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) serta menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan Anti Korupsi (SMAP).
Berbagai mekanisme tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme pengelolaan zakat di Indonesia.
Meski demikian, Forum Zakat mengakui sistem pengelolaan yang ada masih harus terus diperbaiki. Besarnya amanah yang dititipkan masyarakat membuat peningkatan standar tata kelola harus dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga : Yayasan Amal Indonesia Resmi jadi Mitra Pengelola Zakat LAZNAS ZIS Indosat
Sorotan dan kritik publik, menurut Forum Zakat, seharusnya tidak dihindari. Sebaliknya, masukan tersebut perlu dijadikan bahan untuk memperbaiki sistem, meningkatkan transparansi dan menjaga kepercayaan para muzaki.
Forum Zakat menilai keberhasilan gerakan zakat tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun maupun jumlah program yang dilaksanakan.
Setidaknya terdapat tiga indikator penting, yakni meningkatnya kepercayaan muzaki, konsistensi penerapan transparansi dan akuntabilitas, serta dampak sosial yang dirasakan mustahik.
Pada akhirnya, dana zakat harus memberikan manfaat nyata bagi penerimanya dan menjadi daya ungkit untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, organisasi pengelola zakat membutuhkan kapasitas internal yang kuat serta dukungan ekosistem eksternal. Regulasi yang kondusif, hubungan harmonis antar pemangku kepentingan dan kolaborasi di lapangan menjadi bagian penting dalam perkembangan gerakan zakat.
Forum Zakat mengajak seluruh elemen yang terlibat dalam gerakan zakat untuk bersama-sama menjaga marwah pengelolaan dana umat.
"Bukan dengan menutup diri dari kritik, melainkan dengan terus membuktikan bahwa amanah dapat dikelola secara profesional, transparan, netral, dan memberikan manfaat yang benar-benar terasa di hati masyarakat," demikian penegasan Forum Zakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.