RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, akan terus melakukan upaya-upaya bagi terciptanya perdamaian dan keamanan global, termasuk dengan memajukan upaya-upaya perlucutan senjata. Hal itu ditegaskan Menlu RI Sugiono dalam pertemuan High Level Segment Conference on Disarmament atau Segmen Tingkat Tinggi Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2025.
Mengawali pernyataannya, Menlu Sugiono menyampaikan kekhawatirannya atas kondisi global yang semakin rentan: persaingan strategis antar-negara, adanya kemunduran terkait komitmen perlucutan senjata, ekspansi program senjata nuklir, meningkatnya ketergantungan pada doktrin nuklir, serta meningkatnya risiko konflik dan kecelakaan nuklir yang belum pernah kita lihat sebelumnya.
“Senjata Nuklir tidak menggaransi keamanan, tapi malah menjadi ancaman,” tegas politikus Gerindra itu.
Baca juga : Wamen Fahri Jajaki Dukungan Bank Dunia Dalam Implementasi Program 3 Juta Rumah
Sugiono mendorong komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata mengembalikan stabilitas global, termasuk dengan memperkuat kerangka global perlucutan senjata. Ia percaya, sebenarnya dunia memiliki kemampuan/kekuatan dan tanggung jawab untuk mengubah kondisi ini.
Menlu RI mendesak Conference on Disarmament (CD) untuk menjalankan mandatnya dalam revitalisasi arsitektur perlucutan senjata global. Dalam hal ini, Menlu RI menekankan antara lain pentingnya memajukan perundingan perlucutan senjata nuklir, pembentukan instrumen hukum jaminan keamanan (negative securityassurance), penguatan Kawasan Bebas Senjata Nuklir, serta penguatan norma anti-uji coba nuklir.
CD merupakan satu-satunya forum multilateral yang dimandatkan Sidang Majelis Umum PBB untuk merundingkan perjanjian kunci terkait perlucutan senjata.
Baca juga : Rupiah Menguat Atas Dolar AS Usai Peluncuran Danantara
Keanggotaan CD terdiri dari 65 negara, yaitu 5 negara anggota Tetap DK PBB dan 60 negara dengan kemampuan militer signifikan, termasuk Indonesia.
Sejak dibentuk pada 1978, CD telah merundingkan dan menghasilkan sejumlah perjanjian kunci terkait, yaitu Treaty on the Non-Proliferation of Nuclear Weapons(NPT), Convention on the Prohibition of the Development.
Ada juga Production and Stockpiling of Bacteriological (Biological) and Toxin Weapons and on Their Destruction (BWC), Convention on the Prohibition of the Development, Production, Stockpiling and Use of Chemical Weaponsand on Their Destruction (CWC). Serta yang terakhir pada 1996 adalah Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty(CTBT).
Baca juga : Mengukuhkan Peran Pemda Dalam Mewujudkan Indonesia Semesta 2045
Kunjungan Menlu untuk mempertegas komitmen Indonesia terhadap upaya multilateral dalam perlucutan senjata, serta terus berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.