Sebelumnya
Dalam diskusi ini, SBY berbagi pengalaman hidup dan mengemukakan tentang perjalanan kariernya. Ia menjelaskan, buku ini menjawab keinginan istrinya, almarhumah Ani Yudhoyono, yang ingin membuat memoar SBY.
“Para Profesor ini seperti menjawab keinginan almarhumah istri saya untuk menulis memoar. Karena setelah 10 tahun saya mendapatkan amanah dari rakyat, saya ingin melaporkan kepada rakyat, dari berbagai sisi penugasan,” kata SBY.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu juga menyampaikan berbagai tantangan terkait perkembangan demokrasi saat ini. SBY menilai, dunia tengah mengalami kemunduran demokrasi. Ia menyinggung soal perang di Timur Tengah hingga perang di Ukraina.
Baca juga : Dubes RI Untuk Norwegia Teuku Faizasyah Gelar Bukber Ramadan & Silaturahmi
Kembalinya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), kata SBY, telah membuat dunia gonjang ganjing. Sebab itu, Indonesia harus bersiap untuk menghadapi ketidakpastian global.
SBY juga mengingatkan, agar para elite tak alergi terhadap perubahan. SBY menekankan bahwa sistem politik apapun, kekuasaan rakyat harus menjadi rujukan utama bagi negara dan pemimpinnya.
“Jadi kalau ada pikiran besar dari rakyat Indonesia, para elite melihat kembali kerangka negara kita, sistem kenegaraan, sistem pemerintahan, konstitusi dan sebagainya, itu terbuka. Yang penting, betul-betul itu kehendak rakyat Indonesia,” kata SBY.
Baca juga : Pesan Gus Mus Untuk Pemerintah, Sikapi Kritik Dengan Tenang
Meski demikian, SBY tetap menekankan perlunya optimisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Bedah buku yang berlangsung secara hibrid ini juga dihadiri para penyusun buku. Yakni, Prof. Takashi Shiraishi, Prof. Nobuhiro Aizawa, Prof. Wahyu Prasetyawan dan Prof. Jun Honna.
Dubes Heri didampingi oleh Wakil Duta Besar Maria Renata Hutagalung, sejumlah pejabat dan staf KBRI Tokyo, serta pimpinan BUMN di Tokyo.
Baca juga : Dubes Dewi Gustina Temui Presiden Sri Lanka Bahas Danantara Hingga Investasi
Dalam acara tersebut juga hadir perwakilan dari komunitas Indonesia di Jepang, termasuk Persatuan Pelajar Indonesia (PPI Jepang).
Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang untuk mengenal lebih jauh tentang pengalaman kepemimpinan Indonesia. Tetapi sebagai upaya untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Jepang. Selain itu, meningkatkan peran serta komunitas Indonesia di luar negeri, terutama dalam menyikapi tantangan-tantangan global yang semakin kompleks.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.