RM.id Rakyat Merdeka - Hadiah Ig Nobel 2025 kembali menghadirkan berbagai penelitian unik dan nyeleneh. Mulai dari mengecat sapi dengan pola seperti zebra, hingga menambahkan teflon ke dalam makanan untuk program diet.
Hadiah Ig Nobel dikenal sebagai versi parodi dari Nobel Award. Penghargaan diberikan untuk penelitian yang terdengar nyeleneh, tetapi bermanfaat. Tahun 2025 menjadi tahun ke-19 berturut-turut Jepang masuk daftar penerima penghargaan tersebut.
Tim dari Negeri Sakura yang dipimpin Tomoki Kojima memenangkan penghargaan biologi. Mereka mengecat sapi dengan pola garis hitam-putih seperti zebra. Pasalnya, itu dapat mengurangi separuh jumlah gigitan lalat. Hal ini terjadi karena pola tersebut mempengaruhi cara lalat memandang cahaya, yang membuat mereka enggan mendekat.
Baca juga : Laga Pembuka, Mbappe Jadi Pahlawan Real Madrid
Metode ini bisa menjadi alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan pestisida pada peternakan. Makalah tentang temuan sapi zebra sebenarnya sudah diterbitkan pada 2019. Meski mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, para peneliti menduga pola bergaris mampu membingungkan mata serangga, sehingga mengurangi minat mereka hinggap.
“Setiap pemenang Hadiah Ig Nobel telah melakukan sesuatu yang awalnya membuat orang tertawa, lalu membuat mereka berpikir,” kata pendiri penghargaan Marc Abrahams, sebagaimana dilansir BBC, Jumat (19/9/2025).
Peneliti dari Amerika Serikat (AS) dan Israel membawa pulang penghargaan Ig Nobel bidang kimia. Proyek penelitian mereka adalah tentang teflon. Bahan anti-lengket yang biasanya untuk wajan, ditambahkan ke makanan agar orang merasa kenyang tanpa menambah kalori.
Baca juga : PSSI Siap Temui Keluarga Ibu Sud, Pastikan Hargai Hak Cipta
Teflon dianggap bisa melewati sistem pencernaan tanpa diserap tubuh. Namun, ide ini membuat badan pengawas makanan AS kebingungan karena terdengar terlalu aneh.
Penelitian menarik lainnya datang dari tim asal Italia yang memenangkan penghargaan fisika. Tim tersebut menyelidiki kapan saus cacio e pepe mulai menggumpal selama proses memasak, serta bagaimana cara mencegahnya.
Selanjutnya, kategori penghargaan nutrisi, salah satunya diterima dua dokter anak dari Amerika Serikat (AS). Mereka menemukan, jika seorang ibu memakan bawang putih, maka Air Susu Ibu (ASI)-nya akan berbau bawang putih juga. Ternyata, si bayi menyukainya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.