RM.id Rakyat Merdeka - Pengembangan green energy atau energi hijau di negara-negara kawasan Asia Tenggara, makin pesat. Inggris ingin mendampingi seluruh negara di kawasan agar mendapat manfaat maksimal dari program sektor energi hijau.
Komitmen ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Perhimpunan Negara Asia Tenggara (ASEAN) Helen Fazey saat melakukan media gathering di Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Jumat (21/11/2025).
"Kami bertekad menjadi mitra jangka panjang yang terpercaya untuk ASEAN," ungkapnya.
Momen media gathering itu bertepatan dengan 100 hari masa bertugasnya di ASEAN. Selama itu, Dubes Fazey mengaku sudah mengunjungi beberapa negara anggota.
Baca juga : Pertamina Eco RunFest 2025 Gerakkan Ekonomi Dan Energi Bersih Jakarta
"Saya beberapa kali ke Malaysia, Singapura dan nanti akan banyak ke Filipina. Ada banyak potensi yang akan kita gali dan teruskan di sana," ujarnya.
Menurutnya, sejak menjadi ASEAN Dialogue Partner pada 2021, Inggris sudah berhasil mensukseskan 95 persen dari ASEAN-UK Plan of Action yang diteken pada 2022 dan akan rampung pada 2026. Rencana kerja sama itu bertujuan untuk memperkuat kemitraan yang mencakup bidang politik, ekonomi dan sosial-budaya.
"Meski Plan of Action ini sudah hampir rampung, kami akan terus mendampingi ASEAN dalam menjaga kedaulatan, keamanan maritim, kerja sama ekonomi, hingga koneksi antar-masyarakatnya," terang diplomat yang pernah ngepos di Armenia.
Sebagai misi diplomatik, dia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah memastikan program-program Inggris menghasilkan dampak nyata bagi kawasan.
Baca juga : Ara Siap Resmikan Rumah Gratis Untuk Warga Tangerang
Inggris juga mendukung ASEAN dalam penguatan kerangka ekonomi kreatif. Negeri Big Ben itu juga menjalankan program ASEAN Forest and Landscape Information and Planning (AFLIP), yang fokus pada peningkatan kapasitas ASEAN dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur dan urbanisasi.
Inggris juga aktif pada isu Women, Peace and Security (WPS) dengan mendukung penyusunan rencana aksi ASEAN bersama UN Women terkait penerapan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1325.
Melalui program penguatan sumber daya manusia, Inggris punya beasiswa Chevening, program khusus Chevening ASEAN dan scholarship untuk perempuan di bidang Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM).
“Selain itu, saya di sini untuk mendengar, belajar dan memperkuat hubungan Inggris dan ASEAN,” tutupnya.
Baca juga : Denny JA Foundation Umumkan 4 Penerima Penghargaan Sastra 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.