RM.id Rakyat Merdeka - TNI AL resmi menerima kapal perang kedua buatan perusahaan Fincantieri asal Italia. Namanya KRI Prabu Siliwangi 321, kembaran dari KRI Brawijaya 320 yang sudah duluan tiba di Indonesia.
Upacara serah terima KRI Prabu Siliwangi 321 ini digelar pada 22 Desember 2025 di galangan kapal Fincantieri di Muggiano, La Spezia, Italia. Upacara tersebut dihadiri Kepala Angkatan Laut (KASAL) TNI Laksamana Muhammad Ali, Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Italia Junimart Girsang, Direktur Utama Fincantieri Pierroberto Folgiero, Manajer Umum Divisi Kapal Angkatan Laut Fincantieri Eugenio Santagata dan Kepala Angkatan Laut Italia Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto.
Dubes Junimart mengaku senang, akhirnya KRI Prabu Siliwangi 321 bisa mulai melaut. "Terharu saat melihat bendera merah putih akhirnya berkibar di tiang tertinggi kapal," katanya dikutip dari keterangan tertulis Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma, pada 1 Januari 2026.
Kehadiran KRI Prabu Siliwangi 321 ini, menurutnya, merupakan bagian dari upaya TNI AL memodernisasi alutsista guna menjaga wilayah laut Indonesia.
"Modernisasi alat utama sistem senjata pertahanan yang berkelanjutan merupakan wujud nyata komitmen menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia," ungkap Muhammad Ali.
Baca juga : Persis Bidik Akhiri Puasa Kemenangan Saat Jamu Persita di Manahan
Dengan adanya KRI itu, Ali memastikan pertahanan laut Indonesia akan semakin kuat, sehingga kedaulatan negara dapat terjaga dengan baik.
Dalam upacara penerimaan KRI itu, digelar juga pelantikan Komandan KRI yang dilaksanakan di geladak kapal. Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja dikukuh kan sebagai Komandan pertama KRI Prabu Siliwangi 321.
Setelah pelantikan komandan KRI, kapal akan berlayar ke Indonesia dan sampai pada pekan kedua bulan ini.
Dalam keterangan KBRI Roma, KRI Prabu Siliwangi 321 memiliki spesifikasi sama dengan KRI Brawijaya 320 yang sudah berada di Koarmada II sejak September lalu.
KRI Prabu Siliwangi 321 merupakan kapal perang terbesar dan termutakhir yang dimiliki Indonesia saat ini. Kapal ini dilengkapi teknologi modern, sistem persenjataan canggih, serta memiliki kemampuan tempur dan manuver tinggi.
Baca juga : Dewa United Gagal Menang, Rizdjar Fokus Tatap Laga Berikutnya
KRI Prabu Siliwangi 321 merupakan jenis kapal tempur serbaguna (Multipurpose Combat Ship/MCS) atau dikenal sebagai PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura). PPA diklasifikasikan sebagai Offshore Patrol Vessel (OPV) tapi memiliki kapabilitas tempur setara fregat ringan (light plus).
Dengan bobot penuh mencapai sekitar 6.200 ton dan panjang 143 meter, PPA ini merupakan salah satu kapal kombatan terbesar di armada aktif TNI AL.
Dalam keterangan Fincantieri, disebutkan pengiriman unit ini menyusul pengiriman kapal sejenisnya, KRI Brawijaya-320, pada Juli 2025. Melengkapi pasokan dua kapal yang dibangun grup Fincantieri yang akan membentuk unit tempur terbesar Angkatan Laut Indonesia, serta unit yang paling canggih secara teknologi di Indo-Pasifik.
Dengan panjang keseluruhan 143 meter, kapal ini dirancang untuk melakukan berbagai misi. Termasuk operasi tempur garis depan dan patroli maritim, penyelamatan dan kegiatan perlindungan sipil. "Kapal ini merupakan elemen strategis buat stabilitas kawasan Asia dan perlindungan kepentingan nasional Indonesia," tulis Fincantieri.
“Hal itu semakin memperkuat kemitraan kami dengan Kementerian Pertahanan Indonesia. Menegaskan komitmen kami terhadap masa depan yang lebih aman dan laut yang lebih aman," sambungnya.
Baca juga : Datang Kepagian, Karyawan Dipecat
Karena kembar, kemungkinan besar spek yang diusung KRI Prabu Siliwangi-321 sama persis dengan KRI Brawijaya-320. Kapal perang ini mempunyai kemampuan peperangan empat dimensi: anti-udara, anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan peperangan elektronika. Kecepatannya mencapai 32 knot.
Kapal ini juga dipersenjatai dengan sistem rudal permukaan ke udara (Surface to Air Missile /SAM) Aster 15 beserta peluncur vertical DCNS Sylver A43.
Sistem rudal SAM Aster 15 ini dapat dipasang pada berbagai jenis kapal perang, seperti frigate, destroyer atau kapal induk. Selain itu, juga ada meriam 127 mm Vulcano, meriam 76 mm Strales, meriam ringan 25 mm yang dilengkapi Fire Control Radar (FCR) RTN 10X system Dardo, Peperangan Elektronika RECM, RESM dan CESM, Tactical Data Link-Y, serta Multifunction Radar Leonardo Kronos.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.