BREAKING NEWS
 

Kapalnya Disita Dan Ditembaki AS, Iran Tolak Kesepakatan Damai

Reporter : BHAYU AJI PRIHARTANTO
Editor : SISWANTO
Selasa, 21 April 2026 07:40 WIB
Kapal kargo berbendera Iran, M/V Touska ditembaki oleh kapal perang AS USS Spruance (DDG-111) pada Minggu (19/4/2026). (Foto: Dok. CENTCOM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi di Selat Hormuz makin panas. Hal ini dipicu penembakan dan penyitaan kapal kargo milik Iran oleh militer Amerika Serikat (AS). Iran pun langsung melancarkan serangan balasan. Tak hanya itu, Iran memutuskan untuk menutup jalur perundingan dan menolak kesepakatan damai. 

Penyitaan dan penembakan kapal kargo berbendera Iran diumumkan langsung Presiden AS Donald Trump lewat akun media sosialnya di Truth. Dalam postingannya, Trump mengumumkan bahwa pasukan Marinir telah menembaki dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menerobos blokade Angkatan Laut AS di Teluk Oman. 

Trump menyebut kapal kargo Iran bernama Touska mengabaikan peringatan untuk berhenti. Sebagai tindak lanjut, kapal perusak rudal terarah USS Spruance milik AS mencegat dan menghentikan kapal tersebut dengan menembaknya.

Baca juga : IHSG Galau Bergerak Merah-Hijau

“Awak kapal Iran menolak untuk mendengarkan, jadi kapal angkatan laut kami menghentikan mereka tepat di jalur mereka dengan meledakkan lubang di ruang mesin,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya, dikutip Senin (20/4/2026). 

Menurut laporan militer AS melalui CENTCOM, kapal perusak USS Spruance (DDG-111) menghentikan kapal kargo M/V Touska yang tengah menuju Bandar Abbas dengan kecepatan sekitar 17 knot di perairan Laut Arab utara. Tindakan itu dilakukan karena kru kapal Touska tidak merespons instruksi untuk menghentikan pelayaran setelah diberi peringatan berulang selama enam jam. 

USS Spruance akhirnya menembakkan meriam MK-45 kaliber 5 inci ke arah ruang mesin kapal. Tembakan tersebut melumpuhkan sistem propulsi Touska dan membuat kapal tidak lagi dapat bergerak. 

Baca juga : Feriansyah: Persoalan Tata Kelola Juga Perlu Diperbaiki

Dalam unggahannya, Trump juga menyebut kapal kargo dengan panjang hampir 900 kaki itu kini tengah menjalani proses investigasi. “Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!” ujarnya. 

Trump menegaskan, Touska telah masuk dalam daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal sebelumnya. Kapal tersebut tercatat di situs Kantor Pengawasan Aset Asing sebagai kontainer berbendera Iran yang berada di bawah sanksi. 

Berdasarkan data Marine Traffic, sekitar enam jam sebelum pengumuman Trump, Touska berada sekitar 45 kilometer di lepas pantai selatan Iran, dekat kota Chabahar. Sementara itu, situs pemantauan kapal Tanker Tracker menyebut kapal tersebut berlayar dari Malaysia. 

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Perlu Diskusi Bersama DPR Dan Pemerintah

Langkah militer AS itu langsung memicu reaksi keras dari Teheran. Juru bicara militer Iran Ebrahim Zolfaghari mengecam tindakan tersebut. Menurutnya, AS telah melakukan pelanggaran serius di tengah masa damai sementara. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense