BREAKING NEWS
 

Dubes Rod Brazier Dukung Program Indonesia Sehat Lewat Leimena Conference 2026

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 1 Agustus 2026 07:04 WIB
Duta Besar Australia Rod Brazier (kanan) bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin (kedua kiri), Kepala BRIN Arif Satria (kedua kanan), serta Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi meluncurkan buku Pedoman Kerja Unit Pelayanan Kesehatan pada Leimena Conference 2026 di Widya Graha BRIN, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Foto Kedutaan Besar Australia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier menyampaikan dukungannya untuk Indonesia sehat. Hal ini ditunjukkan dalam Leimena Conference 2026: Indonesia Primary Health Care Scientific Meeting

Acara yang diadakan di Gedung Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Senin (27/7/2026) ini menjadi wadah berbagi praktik, baik inovasi maupun hasil penelitian dalam penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia.

Baca juga : Malaysia Hormati Proses Hukum Indonesia Terkait Pilot Penyelundup Narkoba

“Ketahanan kesehatan Indonesia pada akhirnya ditentukan ketahanan masyarakatnya. Karena itu, investasi pada riset untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan hidup yang lebih sehat, produktif dan berkualitas,” ujar Dubes Brazier dikutip dalam postingan di akun Instagram Kedubes Australia, Selasa (28/7/2026). 

Adsense

Sebagai bukti konkret komitmen Australia dalam mendukung Indonesia sehat, menurutnya, ditunjukkan dalam Peluncuran Nasional Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (Kita Sehat) pada pekan lalu. Dubes Brazier mengatakan, Australia bekerja sama dengan Indonesia untuk memperkuat layanan kesehatan primer, meningkatkan gizi dan sistem ketahanan kesehatan yang lebih tangguh. 

Baca juga : Menpar Apresiasi Astra Rawat Budaya Osing Lewat Program Desa Sejahtera Kemiren

Acara Leimena Conference 2026 diikuti sekitar 450 peserta secara luring yang berasal dari kementerian dan lembaga, Pemerintah Daerah, organisasi profesi, tenaga kesehatan, akademisi, serta mitra pembangunan. Kegiatan ini juga disiarkan secara daring melalui Zoom dan kanal YouTube Kementerian Kesehatan.

Panitia menerima sekitar 700 abstrak ilmiah, dengan 698 di antaranya lolos proses kurasi. Sebanyak 537 abstrak akan dipublikasikan dalam prosiding konferensi. Karya terbaik akan diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Baca juga : Kowani Tegaskan Komitmen Perempuan Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan

Untuk mendukung partisipasi dari berbagai daerah, sebanyak 80 peserta memperoleh bantuan perjalanan (travel grant) yang didukung UNICEF, WHO dan Global Fund. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense