BREAKING NEWS
 

Lula Menang Pilpres Brazil untuk Keempat Kali, Tantangan Ekonomi Membayangi

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 26 Oktober 2026 07:41 WIB
Luiz Inacio Lula da Silva, sukses memenangkan Pilpres 2026 dan akan kembali menduduki kursi Presiden Brazil untuk keempat kali. (Foto: FB Lula)

RM.id  Rakyat Merdeka - Petahana Luiz Inacio Lula da Silva (80) berhasil menumbangkan Senator Flavio Bolsonaro (45), putra mantan Presiden Brazil Jair Bolsonaro sekaligus sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) yang sangat ketat dan terpolarisasi, Minggu (25/10/2026).

Kemenangan ini menjadikan Lula sebagai Presiden Brazil pertama yang terpilih untuk keempat kalinya. Pertama kali pula bagi seorang kandidat, memenangkan kursi kepresidenan setelah menempati posisi kedua pada putaran pertama.

Mengutip CNN International, pada 4 Oktober 2026, Lula hanya memperoleh 45,16 persen suara sah, di bawah Bolsonaro yang mengantongi 47,03 persen suara sah. Suara keduanya terpaut sekitar 2,2 juta suara.

Kemenangan Lula menandai satu lagi kebangkitan politik dalam perjalanan kariernya yang penuh dengan kisah serupa. Pria berusia 80 tahun itu pernah dipenjara pada 2018 hingga 2019 atas tuduhan korupsi yang kemudian dibatalkan. Pembatalan tersebut membuka jalan baginya untuk mengalahkan Jair Bolsonaro dalam Pilpres 2022.

“Dia adalah negarawan, sosok raksasa,” kata anggota parlemen federal dari kelompok kiri, Erika Hilton, kepada Reuters, Minggu (25/10/2026).

Tantangan Legislatif 

Baca juga : Java United Datangkan Gelandang Asal Brazil

Masa jabatan keempat Lula diprediksi akan menjadi yang paling sulit. Pasalnya, Brazil memilih anggota Kongres paling konservatif,  sejak negara tersebut kembali ke demokrasi pada tahun 1980-an.

Jika digabungkan, Partai Liberal (PL) pimpinan Bolsonaro dan partai-partai sekutunya berpotensi menguasai lebih dari 280 kursi di majelis rendah dan hingga 50 kursi di Senat. Jumlah tersebut cukup untuk membentuk mayoritas yang kuat di kedua kamar parlemen.

“Sejak awal, Lula tampaknya akan menjadi presiden yang pengaruh politiknya sudah melemah,” kata Oliver Stuenkel, Profesor Hubungan Internasional di Getulio Vargas Foundation, Sao Paulo, seperti dilansir Reuters. 

Adsense

Stuenkel memperkirakan, parlemen yang baru terpilih akan memperkuat tren berkurangnya kekuasaan presiden yang beralih ke Kongres. Menurutnya, Lula akan menghadapi pengaruh yang semakin terbatas dalam penunjukan Hakim Mahkamah Agung, koalisi partai yang sulit dikelola, bahkan ancaman pemakzulan.

Tekanan Ekonomi 

Lula menghadapi perekonomian yang diprediksi hanya tumbuh 2,3 persen tahun depan. Kondisi ini menambah kekhawatiran fiskal di tengah tingginya suku bunga dan utang publik yang telah melampaui 82 persen dari produk domestik bruto (PDB), level tertinggi sejak pandemi.

Baca juga : Panasin Mesin, Brazil Hantam India 4-0

Para pengkritik presiden menyalahkan belanja pemerintah atas kenaikan utang tersebut, meskipun sebagian besar peningkatannya didorong oleh biaya bunga.

Goldman Sachs memperkirakan, Lula paling jauh hanya akan membuat kemajuan terbatas dalam mengendalikan belanja pemerintah pada masa jabatan keempatnya. Lantaran ia tetap berkomitmen pada model pertumbuhan ekonomi yang dipimpin negara.

Lonjakan utang rumah tangga juga menjadi perhatian para ekonom. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lula meluncurkan larangan sementara terhadap perjudian daring dan memperkenalkan program keringanan utang baru selama masa kampanye.

Para pakar memperkirakan Kongres yang didominasi kelompok kanan akan berupaya mengesahkan reformasi struktural yang menguntungkan dunia usaha. Namun, kebijakan tersebut dapat mendorong pemangkasan belanja pemerintah yang berpotensi memicu gejolak sosial.

 

Baca juga : Don Carlo Rombak Brazil

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense