BREAKING NEWS
 

Dubes Indroyono Soesilo Bertemu Menteri KKP Bahas Forum Perlindungan Karang

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 29 Oktober 2026 07:20 WIB
Dubes Indroyono Soesilo (kanan) menerima cinderamata dari Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Jumat (23/10/2026). (Foto: Dok. KBRI Washington DC)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia tengah menyiapkan diri ikut serta dalam forum kemitraan global untuk memperkuat perlindungan kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) pada 2027. Pertemuan tersebut akan melibatkan institusi keuangan internasional dan lembaga konservasi dunia.

Forum itu bakal digelar di Washington DC, Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Sejumlah institusi yang bakal terlibat, antara lain Bank Dunia, International Union for Conservation of Nature (IUCN), World Wide Fund for Nature (WWF), The Nature Conservancy (TNC), World Resources Institute (WRI), Conservation International (CI) dan Global Environment Facility (GEF).

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS Indroyono Soesilo mengatakan, perlindungan terumbu karang tidak hanya berkaitan dengan kelestarian ekosistem laut. Tetapi juga ketahanan pangan, keberlanjutan ekonomi biru dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Karena itu, diperlukan kolaborasi internasional yang kuat agar kekayaan laut Indonesia dapat terus terjaga dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Dubes Indroyono saat bertemu Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Baca juga : Dubes Jepang Ueno Atsushi Perkuat Kerja Sama Maritim Dengan Menteri KKP

Dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin (26/10/2026), Dubes Indroyono mengatakan, forum kemitraan tersebut menjadi upaya untuk mempertemukan agenda konservasi dengan pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan.

Menurutnya, dukungan internasional yang dihimpun diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk pembiayaan, pertukaran pengetahuan, serta program konkret yang memberi manfaat bagi ekosistem laut dan masyarakat pesisir.

Kawasan Segitiga Terumbu Karang membentang di enam negara. Yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timor-Leste.

Adsense

Dengan luas laut sekitar 6 juta kilometer persegi dan luas terumbu karang sekitar 75.000 kilometer persegi, Indonesia memiliki sekitar 60.000 kilometer persegi terumbu karang dan menjadi negara dengan cakupan terumbu karang terbesar di kawasan tersebut.

Kawasan ini dijuluki Amazon of the Seas karena menjadi habitat lebih dari 3.000 spesies ikan karang dan sekitar 76 persen spesies terumbu karang dunia. Lebih dari 120 juta penduduk di kawasan Coral Triangle bergantung langsung pada laut untuk pangan.

Baca juga : DPR Minta Pemerintah Pikirkan Nelayan Kecil

Dari segi ekonomi, nilai tahunan sektor perikanan terumbu karang di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 54,22 triliun (kurs Rp 18.145).

Sektor perikanan tuna menyumbang potensi sekitar 1,5 miliar dolar AS atau Rp 27,11 triliun. Sedangkan pariwisata alam diperkirakan bernilai 12 miliar dolar AS atau Rp 216,89 triliun per tahun.

Indonesia telah menjalankan sejumlah program konservasi terumbu karang melalui kerja sama internasional. Salah satunya adalah Coral Reef Rehabilitation and Management Program–Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI), yang ditutup pada 2022.

Program tersebut memperoleh dukungan pinjaman Bank Dunia sebesar 47,38 juta dolar AS atau sekitar Rp 856,35 miliar, hibah Global Environment Facility sebesar 10 juta dolar AS atau Rp 180,74 miliar, serta kontribusi Pemerintah Indonesia senilai 5,74 juta dolar AS atau Rp 103,74 miliar.

Upaya itu kemudian dilanjutkan melalui Oceans for Prosperity Program atau Program Laut untuk Kesejahteraan (Lautra), dengan nilai program sebesar 210 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,79 triliun.

Baca juga : Dubes RI Indroyono Soesilo Serahkan Buku Karya Prabowo Ke LoC

Lautra dikelola KKP bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan diarahkan untuk memperkuat 8,3 juta hektare kawasan konservasi laut di 11 provinsi.

Program tersebut juga memperoleh hibah dari PROBLUE Multi-Donor Trust Fund sebesar 5 juta dolar AS atau sekitar Rp 90,37 miliar dan Pemerintah Kanada sebesar 7,3 juta dolar AS atau Rp 131,94 miliar. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense