RM.id Rakyat Merdeka - Siklus (www.siklus.com), perusahaan ritel dan e-commerce berkelanjutan asal Indonesia, menargetkan pertumbuhan di segmen B2B (Business to Business) pada 2026, melalui peluncuran teknologi dispensing berbasis Internet of Things (IoT), serta penguatan kemitraan strategis.
Co-Founder Siklus Laksamana Sakti (Alif) mengatakan, langkah ini melanjutkan momentum sejak perusahaan mulai memasuki segmen komersial pada 2024.
Alif menambahkan, langkah ini diperkuat melalui kolaborasi berkelanjutan antara Siklus dan Snap Clean (snapclean.co.id), salah satu merek FMCG lokal, dalam pengembangan solusi berbasis IoT untuk para pelaku usaha di berbagai sektor.
Ia menjelaskan, tahap awal kerja sama ini menyasar rumah sakit, fasilitas medis, bisnis F&B, serta hotel dan resor, melanjutkan kerja sama sebelumnya dengan fokus pada peningkatan kontrol penggunaan produk dan efisiensi distribusi di lapangan.
Secara global, kata Alif, sistem dispensing berbasis IoT mulai diadopsi untuk meningkatkan visibilitas penggunaan, mengoptimalkan rantai pasok, serta mendorong peralihan ke model konsumsi berbasis isi ulang.
“Di Indonesia, tren ini turut berkembang dengan jumlah perangkat IoT terhubung yang melampaui 150 juta pada 2023, melonjak dari sekitar 100 juta pada tahun sebelumnya (berdasarkan dataKen Research, 2023),” ujar Alif, dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Baca juga : Wamen Fajar Pastikan Sekolah Rakyat Didukung Guru Berkualitas
Menurutnya, seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional dan pengurangan limbah, solusi terintegrasi berbasis IoT semakin relevan bagi para pelaku usaha.
Di dalam negeri, sambung dia, keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah serta dorongan kebijakan seperti TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) dan ekonomi sirkular mendorong pelaku industri untuk mencari model distribusi yang lebih terukur.
“Kondisi ini membuka peluang bagi sistem berbasis isi ulang dengan kontrol penggunaan yang lebih presisi,” katanya.
Saat ini, pihaknya menghadirkan model layanan berbasis langganan yang mengombinasikan produk pembersih dalam kemasan besar dengan mesin dispensing pintar, sekaligus mengurangi kebutuhan investasi awal perangkat bagi pelaku usaha.
“Siklus melayani isi ulang dengan sistem tukar kemasan. Sistem ini menjawab berbagai tantangan operasional yang umum terjadi di sektor rumah sakit, perhotelan, dan fasilitas publik, seperti penggunaan berlebih, kebocoran, serta keterbatasan kontrol penggunaan,” bebernya.
Ia menilai, selain efisiensi biaya, sistem berbasis IoT memungkinkan pemantauan penggunaan secara real-time, memberikan visibilitas operasional yang sebelumnya terbatas pada model distribusi konvensional, sekaligus mendorong peralihan dari konsumsi sekali pakai ke sistem isi ulang terkontrol.
Baca juga : Gelar Employee Volunteering, BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Berbagi Takjil
“Pendekatan distribusi konvensional masih menyisakan celah inefisiensi karena minimnya kontrol penggunaan. Dengan integrasi sistem dispensing dan pemantauan berbasis teknologi, kami melihat peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai,” ujarnya.
“Kami menargetkan untuk menangkap peluang ini melalui solusi sirkular yang dapat diterapkan secara bertahap,” kata Alif.
Lebih lanjut ia menerangkan, sebagai bagian dari penguatan organisasi, Siklus menunjuk Dicky Sukarmadji sebagai Chief Commercial Officer untuk mendorong pertumbuhan B2B.
Ke depan, Siklus menargetkan ekspansi di luar Pulau Jawa dengan rencana memperluas jaringan dispensing berbasis IoT ke berbagai wilayah di Indonesia. Perusahaan juga berfokus pada penguatan kapasitas produksi dan infrastruktur rantai pasok untuk mendukung skala layanan berbasis teknologi sirkular.
“Untuk mempercepat langkah tersebut, Siklus membuka peluang kolaborasi dengan investor dan mitra strategis yang memiliki visi serupa dalam membangun solusi bisnis yang berkelanjutan dan berbasis efisiensi di sektor komersial Indonesia," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Chief Commercial Officer Siklus Dicky Sukarmadji mengaku, senang dapat kembali bergabung dengan Siklus dan menyaksikan langsung transformasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga : Disikat The Palace, Spurs Kian Dekat Zona Degradasi
“Di tengah tantangan yang dihadapi banyak bisnis yang berfokus pada keberlanjutan, Siklus berhasil melakukan pivot ke B2B, membangun kemitraan strategis dan kini berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya,” katanya.
Terkait solusi dispensing berbasis IoT, Dicky menambahkan, di banyak sektor, efisiensi masih bergantung pada disiplin operasional di lapangan, bukan pada sistemnya.
“Melalui pendekatan berbasis dispensing dan pemantauan penggunaan, efisiensi dapat dibangun langsung ke dalam model distribusi sehingga lebih konsisten dan terukur,” kata Dicky.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.