RM.id Rakyat Merdeka - Jakarta World Cinema (JWC) 2026 menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk 120 film yang sebelumnya meraih penghargaan di berbagai festival film internasional bergengsi.
Festival ini dibuka dengan Fjord karya Cristian Mungiu dan ditutup dengan pemutaran perdana di Indonesia film horor Inherit garapan sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun.
Program Jakarta World Cinema 2026 diumumkan dalam konferensi pers di CGV fX Sudirman, Jakarta.
Gelaran tahun ini semakin memperkuat posisi JWC sebagai ajang yang mempertemukan sinema dunia dengan penonton Indonesia. Dari total film yang dipilih, sebanyak 96 film berasal dari Asia dan 41 film disutradarai perempuan.
Selain itu, 20 film merupakan perwakilan resmi negara masing-masing untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99.
JWC 2026 akan dibuka dengan pemutaran Fjord, karya sutradara Cristian Mungiu yang baru saja meraih Palme d'Or di Festival Film Cannes 2026.
Film tersebut menjadi salah satu daya tarik utama program pembukaan karena mempertemukan penonton Indonesia dengan film peraih penghargaan tertinggi di Cannes.
Sementara itu, JWC 2026 akan ditutup dengan pemutaran perdana di Indonesia Inherit, film horor terbaru garapan sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun.
Baca juga : IHFFM 2026 Promosikan Film Horor Indonesia di Australia
Nama Banjong sebelumnya dikenal melalui film horor seperti The Medium dan Shutter. Lewat Inherit, sang sineas kembali menghadirkan cerita horor dengan pendekatan khasnya.
Tidak hanya Fjord dan Inherit, JWC 2026 juga menghadirkan sejumlah film yang menjadi pembicaraan di festival-festival film internasional sepanjang tahun.
Salah satunya Minotaur karya Andrey Zvyagintsev yang meraih Grand Prix Festival Film Cannes 2026.
Ada pula All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi. Film tersebut mengantarkan pemeran utamanya meraih penghargaan Best Actress di Cannes 2026.
JWC 2026 juga menghadirkan film terbaru aktor sekaligus sutradara Jesse Eisenberg berjudul The Debut.
Dari Festival Film Venesia 2026, penonton Indonesia dapat menyaksikan Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor yang meraih Special Jury Prize.
Film Woman Unknown karya May el-Toukhy juga masuk dalam lineup setelah memenangkan Golden Lion Venice 2026.
Sementara dari Festival Film Internasional Berlin atau Berlinale 2026, JWC menghadirkan Yellow Letters karya Ilker Çatak.
Baca juga : Gala Premier Film Selepas Tahlil
Film tersebut merupakan pemenang Golden Bear untuk Film Terbaik dan akan ditayangkan dalam program pemutaran daring JWC.
Dengan demikian, JWC 2026 mempertemukan film-film yang meraih tiga penghargaan tertinggi dari festival film besar dunia, yakni Palme d'Or Cannes, Golden Lion Venesia, dan Golden Bear Berlinale.
Tidak hanya menghadirkan film-film peraih penghargaan, Jakarta World Cinema 2026 juga memberikan kesempatan bagi penonton dan pelaku industri film Indonesia untuk bertemu langsung dengan salah satu sosok di balik karya tersebut.
Sinematografer ternama Tudor Vladimir Panduru, yang menggarap sinematografi Fjord, dijadwalkan hadir langsung di Jakarta.
Panduru akan memberikan sesi masterclass eksklusif untuk membagikan pengalaman dan wawasan mengenai proses kreatif serta pendekatan sinematografi yang digunakan dalam menghasilkan visual film.
Masterclass tersebut ditujukan bagi sineas, pelaku industri perfilman, serta pencinta film di Indonesia.
Executive Director JWC Frederica mengatakan, festival tersebut sejak awal dirancang untuk menjembatani film-film kelas dunia dengan penonton Indonesia.
"Visi kami untuk Jakarta World Cinema sejak awal adalah menjembatani sinema kelas dunia dengan audiens di Indonesia, sekaligus menempatkan Jakarta sebagai salah satu pusat cinema culture penting di kawasan Asia Tenggara,” ujar Frederica.
Baca juga : Cosmobeauté Indonesia 2026 Hadirkan 1.550 Brand Kecantikan dari 17 Negara
“Misi kami adalah menciptakan ruang yang inklusif, tempat keunggulan sinematik dapat melampaui batas-batas negara. Dengan menghadirkan film-film penting ini ke layar Indonesia, kami berharap dapat memantik percakapan, menginspirasi para pembuat film lokal, dan merayakan kekuatan sinema," tambahnya.
Festival Director JWC Shandy Gasella menyoroti jumlah film peraih penghargaan yang masuk dalam program tahun ini.
“Menghadirkan 120 film peraih penghargaan saja sudah merupakan pencapaian besar. Namun, dapat menghadirkan sekaligus para pemenang Golden Bear, Palme d’Or, dan Golden Lion dalam satu edisi merupakan pencapaian tersendiri yang sangat berarti bagi kami,” ujar Shandy.
Menurut Shandy, kehadiran film-film tersebut memberikan kesempatan bagi penonton Indonesia untuk melihat perkembangan sinema dunia kontemporer secara lebih dekat.
“Bagi para penikmat film di Indonesia, JWC menjadi kesempatan langka untuk merasakan denyut utama sinema dunia kontemporer secara langsung. Film-film ini bukan sekadar karya sinema, tetapi suara-suara yang berani, dan relevan. Akses terhadap sinema dengan kualitas seperti ini di dalam negeri dapat membawa perubahan besar bagi perkembangan kultur sinema di Indonesia,” tambahnya.
Selain program pemutaran di bioskop, Jakarta World Cinema 2026 juga menyediakan sejumlah film melalui program daring. Pemutaran online JWC 2026 tersedia melalui KlikFilm mulai 31 Oktober hingga 21 November 2026.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.