BREAKING NEWS
 

Impact Hub Jakarta Pertemukan Korporasi Dan StartUp Kelola Limbah Jadi Komoditas

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Kamis, 22 Januari 2026 20:28 WIB
Business Development Manager Anomali Coffee Muhammad Devoe Niode dan Vice President Parongpong RAW Lab Amiroh Husna Utami saat penutupan program Sustainable Procurement Lab di Jakarta, Kamis (22/1/2026). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Impact Hub Jakarta memamerkan tiga hasil karya program Sustainable Procurement Lab (SUPR Lab) yang bertujuan mengurangi limbah perusahaan dengan inovasi startup. Tiga hasil karya ini merupakan buah hasil kerja sama antara Anomali Coffee dan Parongpong RAW Lab, Lawless Burgerbar dan Waste4Change, serta Bank Central Asia dengan The New Factory.

SUPR Lab dimulai pada April 2025 dengan pendanaan dari Bank of America. Program ini mempertemukan korporasi yang memiliki tantangan limbah dengan startup penyedia solusi ekonomi sirkular. Dengan fasilitasi Impact Hub Jakarta, para pihak dipertemukan sebagai mitra bisnis untuk merumuskan tantangan, menandatangani MoU, dan mengembangkan solusi yang dapat diuji secara nyata.

“Impact Hub Jakarta mendampingi setiap kolaborasi sebagai fasilitator dan penghubung ekosistem,” ujar Head of Programme Impact Hub Jakarta Sean Bunjamin saat penutupan program Sustainable Procurement Lab di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

“Dukungan diberikan melalui jejaring kemitraan, fasilitasi kolaborasi, dan pendanaan proyek percontohan. Semua kami lakukan untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular secara praktis dan nyata,” tambahnya.

Baca juga : Isu Pungutan Pelabuhan Labuan Bajo Dibantah, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Dalam perjalanan SUPR Lab, Anomali Coffee dan Parongpong RAW Lab mengolah limbah makanan menjadi produk sederhana seperti coaster, tanda meja reservasi, dan papan. Lawless Burgerbar bersama Waste4Change mengubah limbah makanan menjadi pakan maggot untuk ayam, guna menjaga pasokan telur ayam. Sementara itu, Bank Central Asia dan The New Factory mengolah seragam bekas karyawan menjadi produk berguna seperti plakat dan tong sampah.

Program SUPR Lab menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi antara korporasi, startup, dan komunitas, meningkatkan visibilitas solusi sirkular, serta mendorong keberlanjutan kerja sama di luar program. Program SUPR Lab akan berlanjut di 2026.

Founder dan CEO Parompong RAW Lab Rendy Aditya Wachid mengatakan, Parongpong RAW Lab sudah berpengalaman hampir satu dekade mengolah sampah residu menjadi material siap pakai yang dinamakan RAWchar (TM).

Adsense

"Dalam program ini kami fokus mengolah sampah kopi dari Anomali Coffee yang ternyata setelah melalui riset yang lebih dalam, cocok untuk di mixed dengan rawchar untuk menghasilkan material baru," jelasnya.

Baca juga : Prabowo Gelar Ratas Penertiban Kawasan Hutan di Sela Lawatan ke London

Per 2026 parongpong memiliki 3 lokasi pengolahan, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali. Harapannya material kopi bisa mengimbangi target kapasitas sekitar 100 ton/ hari yang dikonversi menjadi material bangunan sirkular (Prototiles & Oriplas) yang digunakan untuk ubin bangunan, panel arsitektur, modular furniture dan infrastruktur ringan.

"Kami juga mengembangkan material rekayasa untuk industri kreatif dan desain yang digunakan untuk produk desain interior, produk UMKM kreatif dan produk edukasi circular material," tutupnya.

Co-owner Lawless Burgerbar Roni Pramaditia mengungkapkan, setiap hari Lawless Burgerbar memproduksi sekitar 15-18 kilogram sampah organik dan 20 kilogram sampah non organik.

"Sebelumnya kami bekerjasama bekerjasama dengan pihak ke 2 untuk membuang sampah ini ke Tempat Pembuangan Akhir," ungkapnya.

Baca juga : Nawakara Perkuat Keamanan Korporasi Lewat Sistem Terintegrasi Real-Time

Dalam program yang diinisasi Impact Hub, Lawless Burgerbar berkolaborasi dengan Waste4Change. Sampah organik sisa makanan diserap oleh Waste4Change untuk produksi magot. Setiap bulannya, sampah organik yang terserap mencapai 507 kilogram dan dalam tiga bulan terakhir mencapai 1,278 kilogram.

"Magot tersebut kemudian diproses menjadi pakan ternak," ujarnya.

Sebagai informasi, Impact Hub Jakarta adalah organisasi pendukung kewirausahaan dan inovasi yang mendorong kolaborasi untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan. Sebagai bagian dari jaringan global Impact Hub yang tersebar di 70 negara lebih, Impact Hub Jakarta mempertemukan startup, korporasi, komunitas, dan mitra untuk mengembangkan solusi berkelanjutan melalui program kolaboratif, pendampingan, dan penguatan ekosistem.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense