RM.id Rakyat Merdeka - Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus memperkuat organisasi dan tata kelola perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis serta mengoptimalkan pengelolaan aset.
Langkah ini dilakukan agar aset perusahaan memberikan nilai ekonomi berkelanjutan sekaligus meningkatkan kontribusi bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
General Manager Sekretaris Perusahaan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.Hifdzi Mujtahid.mengatakan, transformasi perusahaan dilakukan melalui penguatan kapasitas organisasi, pengembangan bisnis, serta peningkatan produktivitas dan efektivitas pengelolaan aset.
Menurut dia, optimalisasi aset menjadi salah satu prioritas untuk memperkuat fundamental bisnis perusahaan. Setiap aset harus memiliki arah pemanfaatan yang jelas dan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik.
“Potensi aset Sarana Jaya sangat besar dan harus dikelola dengan pendekatan bisnis yang terukur. Fokus manajemen adalah memastikan setiap aset memiliki arah pemanfaatan yang jelas, memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan perusahaan, serta senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik,” ujar Hifdzi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Penguatan organisasi juga dilakukan melalui peningkatan sinergi antara Direksi dan Dewan Pengawas.
Baca juga : Sido Muncul Raih Penghargaan IICD Corporate Governance Conference and Award 2026
Kolaborasi ini diperlukan untuk menjaga kesinambungan rencana bisnis, mengawasi pencapaian target strategis, serta memastikan setiap keputusan diambil dengan prinsip kehati-hatian.
Momentum penguatan tersebut ditandai dengan penetapan susunan kepemimpinan Dewan Pengawas oleh Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Pada Jumat (30/10/2026), Sarana Jaya menerima keputusan KPM yang menetapkan Nurfitria Farhana sebagai Ketua Dewan Pengawas, mengangkat Ulin Ni’am Yusron sebagai Sekretaris Dewan Pengawas, serta menetapkan anggota Dewan Pengawas lainnya.
Hifdzi menyambut susunan kepemimpinan baru tersebut sebagai bagian dari kesinambungan tata kelola perusahaan.
Dia berharap koordinasi dan komunikasi antara Dewan Pengawas dan Direksi semakin kuat dalam menjalankan mandat perusahaan.
“Sinergi antara Direksi dan Dewan Pengawas merupakan bagian penting dalam tata kelola Sarana Jaya. Kami menyambut kepemimpinan Dewan Pengawas yang baru sebagai momentum untuk semakin mempererat kolaborasi, menjaga kesinambungan arah strategis perusahaan, dan bersama-sama mendukung pencapaian target bisnis,” katanya.
Percepat Digitalisasi Aset
Baca juga : Askrindo Transformasi Tata Kelola Operasional Tingkatkan Layanan Nasabah & UMKM
Hifdzi menjelaskan, Sarana Jaya juga menjalankan sejumlah agenda strategis sesuai arahan KPM dalam Rapat Umum Pemilik Modal (RUPM) Tahunan Tahun Buku 2025.
Agenda tersebut meliputi pelaksanaan rencana aksi hasil Diagnostic Performance Review pada 2026, penguatan likuiditas, percepatan sensus dan digitalisasi aset, serta pengembangan sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income).
Perusahaan juga mendorong peningkatan produktivitas properti komersial, pengelolaan kawasan, pengembangan hunian, serta pemanfaatan aset berdasarkan karakteristik, potensi, dan kelayakan bisnis masing-masing.
Dalam setiap pengelolaan aset dan kerja sama usaha, Sarana Jaya mempertimbangkan aspek legalitas, kelayakan ekonomi, efektivitas biaya, serta kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku.
“Optimalisasi aset bukan hanya tentang meningkatkan tingkat pemanfaatannya, tetapi juga memastikan setiap aset memiliki nilai ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh keputusan bisnis perlu mempertimbangkan aspek legalitas, kelayakan usaha, pengendalian risiko, dan manfaat jangka panjang bagi perusahaan,” ujar Hifdzi.
Untuk memastikan target tercapai, perusahaan melakukan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap kinerja portofolio aset maupun kerja sama dengan mitra bisnis.
Baca juga : Dari Urban Farming Hingga Bank Sampah, Pansus CSR DPRD DKI Puji TJSL Sarana Jaya
Langkah ini dilakukan agar pengelolaan aset tetap sejalan dengan target perusahaan dan kepentingan para pemangku kepentingan.
Ke depan, Sarana Jaya akan melanjutkan transformasi menuju urban development company sesuai arah kebijakan KPM. Fokusnya mencakup penguatan bisnis properti, pengembangan kawasan perkotaan terintegrasi, serta optimalisasi aset dan lahan untuk mendukung kebutuhan pembangunan Jakarta.
Hifdzi menegaskan, penguatan organisasi dan tata kelola menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menghadapi dinamika industri properti dan kebutuhan pembangunan perkotaan.
“Komitmen kami adalah menghadirkan pengelolaan perusahaan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai. Dengan dukungan dan sinergi seluruh organ perusahaan, Sarana Jaya akan terus memperkuat kinerja bisnis sekaligus mengoptimalkan kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan Jakarta,” pungkas Hifdzi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.