BREAKING NEWS
 

Polda Metro Jaya Siapkan Kampung Boncos Jadi Kampung Bersinar

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 4 November 2026 12:18 WIB
Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Adex Yudiswan. (Foto : RM/Imam Kurniawan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya menyiapkan langkah komprehensif untuk mengubah Kampung Boncos, Palmerah, Jakarta Barat, menjadi Kampung Bersih Narkoba (Bersinar).

Upaya ini tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga menyasar akar persoalan melalui penataan lingkungan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Wakapolda Metro Jaya Irjen Pol Adex Yudiswan mengatakan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Metro Jaya dalam mengimplementasikan program prioritas Kapolri, khususnya program ketiga tentang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta program kedelapan mengenai pelayanan publik.

Menurut Adex, langkah tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan kualitas SDM.

"Program ini merupakan bentuk pelayanan publik dan Harkamtibmas. Kita ingin memastikan kampung ini nantinya tidak ada lagi kegiatan narkotika, baik penjualan maupun pembelian. Caranya melalui penataan lingkungan, peningkatan SDM, serta memastikan masyarakat mempunyai pekerjaan yang layak," kata Adex saat meninjau Kampung Boncos.

Dia menjelaskan, Polda Metro Jaya akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door) untuk mengetahui kondisi, kebutuhan, serta potensi masyarakat.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Rabu 4 November, Cek di Sini Lokasinya

Pendataan tersebut mencakup jumlah anggota keluarga yang sudah bekerja maupun belum bekerja, termasuk keterampilan dan kompetensi yang dimiliki masing-masing warga.

Bagi warga yang belum memiliki keterampilan, Polda Metro Jaya akan memfasilitasi pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Sementara kaum ibu akan didorong mengembangkan keterampilan produktif, seperti memasak dan menjahit, sehingga hasil produksinya dapat dipasarkan.

Polda Metro Jaya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu pemasaran produk warga. Salah satu peluang yang disiapkan adalah pemanfaatan produk makanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam berbagai kegiatan maupun rapat di lingkungan pemerintahan dan kepolisian.

Selain pemberdayaan ekonomi, pendataan juga menyasar kebutuhan infrastruktur dan fasilitas umum. Sejumlah kebutuhan yang akan diidentifikasi antara lain penerangan jalan, perbaikan saluran air, serta penyediaan tempat sampah.

Adsense

"Percuma kita memberikan sesuatu yang tidak dibutuhkan masyarakat. Lebih baik kita akomodasi semua kebutuhannya berdasarkan apa yang mereka harapkan dan inginkan," ujarnya.

Adex menegaskan, seluruh hasil pemetaan akan dibahas bersama para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, TNI-Polri, kecamatan, kelurahan, hingga instansi terkait seperti PLN dan PDAM.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Selasa 3 November, Hadir di 5 Lokasi

Dengan koordinasi lintas sektor tersebut, penyelesaian berbagai persoalan di Kampung Boncos diharapkan dapat dilakukan secara terpadu, tepat sasaran, dan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

Dalam pelaksanaan pendataan, personel Polda Metro Jaya juga dibekali kamera tubuh (body camera) untuk mendokumentasikan interaksi dengan masyarakat. Rekaman tersebut menjadi bagian dari dokumentasi kegiatan sekaligus untuk mendukung keamanan personel saat melakukan kunjungan langsung ke rumah warga.

Adex menambahkan, program pemberdayaan akan disesuaikan dengan minat dan kebutuhan masyarakat. Pelatihan yang disiapkan tidak terbatas pada keterampilan kerja, tetapi juga mencakup bahasa Inggris, bahasa Jepang, musik, dan berbagai keterampilan lainnya.

Menurutnya, program pelatihan harus berangkat dari aspirasi masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengkaji penerapan sistem satu pintu (one gate system) di kawasan Kampung Boncos sebagai salah satu upaya mendukung pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk lingkungan tersebut.

Namun, Adex menegaskan, penerapan sistem tersebut masih harus dibahas bersama masyarakat dan pemerintah daerah. Persetujuan warga menjadi hal penting sebelum kebijakan diterapkan.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Senin 2 November, Hadir di 5 Lokasi

"Kita harus memastikan warga setuju atau tidak dengan sistem one gate system. Kalau tidak setuju, kita tidak bisa apa-apa. Karena itu, kita membutuhkan legitimasi masyarakat untuk bersama-sama melakukan penataan lingkungan," jelasnya.

Adex memastikan, program Kampung Bersinar bukan sekadar kegiatan seremonial. Pelaksanaannya akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan setiap hasil rapat koordinasi dan kebijakan yang telah disepakati benar-benar ditindaklanjuti.

Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan setelah tiga bulan pelaksanaan guna mengukur perkembangan program dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

"Kehadiran negara itu bukan seremonial. Kita akan terus berlanjut. Ini program pemberdayaan yang berkelanjutan. Kapolda, Kapolri, dan Presiden memastikan kehadiran pemerintah itu wujudnya nyata, problem solving-nya nyata, serta kebutuhan dan harapan masyarakat benar-benar dipenuhi," tegas Adex.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense