RM.id Rakyat Merdeka - Founder Haidar Alwi Care Haidar Alwi menyoroti kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan mengumumkan tarif impor. Kata Haidar, kebijakan ini berpotensi mengguncang perdagangan global dan semakin memperkuat dominasi dolar Amerika Serikat.
"Dampak dari kebijakan ini terhadap ekonomi Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama terkait pelemahan rupiah, ketidakstabilan pasar modal, serta tekanan pada sektor ekspor dan impor," kata Haidar, dalam keterangannya di Mekah, Arab Saudi, Rabu (2/3/2025).
Haidar menyarankan agar Indonesia mengambil langkah proaktif dengan strategi yang matang untuk melindungi kepentingan ekonomi nasional. Sehingga, ditegaskan Haidar, dapat menciptakan peluang baru di tengah tantangan global.
"Kebijakan tarif impor yang diterapkan AS merupakan bagian dari strategi proteksionisme yang bertujuan untuk melindungi industri domestik mereka. Namun, kebijakan ini membawa efek domino yang luas bagi perekonomian global, termasuk Indonesia," ujar Haidar.
Selain itu, disebutkannya, dampak terhadap nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian utama. Haidar Alwi menjelaskan bahwa ketika kebijakan proteksionisme diberlakukan, investor global cenderung mengalihkan modal mereka ke aset yang lebih aman, seperti dolar AS.
"Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat, sementara mata uang negara berkembang seperti rupiah tertekan. Jika Bank Indonesia tidak melakukan intervensi yang cukup, ada kemungkinan Rupiah akan melemah hingga menyentuh Rp 17.000 per dolar AS," jelas Haidar Alwi.
Baca juga : Perjuangkan Relokasi Warga Rempang, Fary Francis Dorong Investasi yang Inklusif
Di sektor perdagangan, nilai ia, tarif impor yang lebih tinggi akan meningkatkan harga barang Indonesia di pasar AS kurang kompetitif dibandingkan produk dari negara lain yang memiliki kebijakan perdagangan yang lebih fleksibel.
"Ketika harga naik akibat tarif, permintaan terhadap produk kita bisa menurun. Ini bisa berdampak negatif terhadap neraca perdagangan Indonesia," lanjut Founder Haidar Alwi Institute itu.
Lebih lanjut, Haidar Alwi menyarankan agar Pemerintah mengambil langkah-langkah konkret dalam menghadapi gejolak ekonomi global.
Baca juga : Kemerdekaan Palestina Butuh Dukungan Indonesia Dan Organisasi Dunia
Ia mencontohkan seperti meningkatkan investasi domestik dan asing, menyederhanakan regulasi bagi investor agar lebih banyak modal masuk ke sektor-sektor strategis di dalam negeri, memperkuat industri manufaktur, mengembangkan industri manufaktur agar Indonesia mampu menghasilkan produk jadi yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.
Dikatakan, kebijakan moneter yang adaptif Bank Indonesia harus lebih aktif dalam menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan yang fleksibel dan responsif.
"Mendorong Inovasi dan R&D memberikan insentif bagi pengembangan teknologi dan riset inovasi agar Indonesia memiliki daya saing yang lebih kuat di kancah global. Lalu, memperkuat diplomasi ekonomi, menjalin kerja sama perdagangan yang lebih luas dengan negara-negara yang tidak terlalu terdampak kebijakan proteksionis AS," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.