BREAKING NEWS
 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Gelar Halal Bihalal Perdana di Gedung Sate

Reporter : DIDDY RIDJADI
Editor : FAZRY
Rabu, 9 April 2025 08:28 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar acara halal bihalal Idulfitri bersama seluruh pegawai Pemda Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung. (Foto: Diskominfo Jabar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggelar acara halal bihalal Idulfitri bersama seluruh pegawai Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate, Bandung.

Acara ini menjadi momen halal bihalal pertama sejak dirinya resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh pegawai.

Ia kemudian menyalami satu per satu pegawai, termasuk petugas kebersihan dan satuan pengamanan.

"Saya meminta maaf kepada seluruh jajaran pejabat, termasuk Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, kepala dinas, kepala badan, dan seluruh staf. Ini adalah pertama kalinya sejak saya dilantik sebagai Gubernur melakukan tradisi halal bihalal," ujar Dedi.

Baca juga : Dubes Desra Percaya Gelar Halal Bihalal Di Wisma Nusantara London

Dalam pidatonya, Dedi menekankan bahwa kepemimpinannya tidak akan berorientasi pada pekerjaan administratif semata, melainkan lebih taktis dan langsung menyentuh permasalahan di masyarakat.

Ia mencontohkan masih banyak ibu-ibu yang membawa anaknya berjualan di jalan saat jam sekolah, yang menurutnya harus segera ditangani.

Menurutnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus bertindak lebih konkret dalam menyelesaikan masalah ini, bukan sekadar bekerja di balik meja.

Adsense

"Tugas kita tidak lagi hanya administratif. Misalnya, dalam bidang pemberdayaan perempuan di Kota Bandung, masih banyak ibu-ibu yang membawa anaknya berjualan pada jam sekolah. Ini adalah masalah jangka panjang yang belum dibenahi. Saya ingin pendekatan yang lebih taktis, tidak sekadar administratif dan sekadar berbicara tentang pemberdayaan perempuan tanpa tindakan nyata," paparnya.

Dedi juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat harus menjadi lokomotif perubahan bagi 27 pemerintah daerah kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Baca juga : Sejarah Halal Bihalal, Ternyata Sudah Muncul Sejak 1924

Ia ingin pemerintah provinsi memberikan contoh dalam hal inovasi dan efisiensi anggaran, sehingga bisa menjadi model bagi daerah lainnya.

Sebagai bukti pendekatan nyata, Dedi mencontohkan bagaimana dirinya turun langsung ke lapangan untuk menangani masalah lingkungan.

Langkah tersebut kemudian diikuti oleh bupati dan wali kota di berbagai daerah.

Menurutnya, tindakan nyata seperti ini sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan di Jawa Barat.

"Hal-hal yang lebih nyata sangat dibutuhkan dalam mempercepat pembangunan," tegasnya.

Baca juga : Tiket Gratis Arus Balik Pelni Hampir Habis, Berangkat Perdana Jumat

Dedi juga menekankan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari ruang kerja, melainkan dari interaksi langsung dengan berbagai daerah di Jawa Barat serta pengamatan terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.

"Inovasi tidak hanya lahir dari ruang kerja, tetapi juga dari berbagai tempat di seluruh Jawa Barat saat kita melihat langsung fenomena lingkungan," katanya.

Dengan pesan-pesan tersebut, Dedi berharap kepemimpinannya mampu menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Jawa Barat serta menjadikan pemerintah daerah lebih responsif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense