RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada tujuh presiden terdahulu yang telah berupaya mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.
Presiden ke 8 ini juga menyoroti transisi kepemimpinan dari Presiden Jokowi yang berlangsung lancar dan diakui dunia.
“Kita berhasil karena menganut demokrasi khas Indonesia. Demokrasi yang sejuk, bukan saling gontok-gontokan atau saling membenci," ujar Prabowo di Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Baca juga : Prabowo: Selama Saya Presiden, Yang Besar dan Kaya Tak Bisa Bertindak Seenaknya!
Memasuki 299 hari masa kepemimpinannya, Prabowo menegaskan, pentingnya keberanian melihat kekurangan bangsa. Ia mengungkapkan pemerintah telah menyelamatkan Rp 300 triliun anggaran negara yang rawan diselewengkan, termasuk dari pos perjalanan dinas dan alat tulis kantor. Dana itu dialihkan untuk program produktif yang langsung dirasakan rakyat.
Prabowo menegaskan, komitmennya menjalankan amanat Undang Undang Dasar 1945 Pasal 33 sebagai benteng pertahanan ekonomi nasional. Ia menyoroti praktik korupsi di birokrasi, BUMN, hingga BUMD sebagai masalah terbesar yang harus diberantas.
Selain itu, ia menyoroti kebocoran kekayaan nasional ke luar negeri yang jika dibiarkan berisiko membuat Indonesia gagal.
Baca juga : Prabowo Puji Para Presiden Terdahulu: Semua Berkontribusi Bagi Kemajuan Bangsa
Pemerintah, kata Prabowo, siap mengambil langkah strategis meski tidak populer demi menyelamatkan kekayaan negara.
Prabowo juga mengkritisi distorsi ekonomi yang membuat pertumbuhan 5% selama tujuh tahun terakhir tidak sepenuhnya dirasakan rakyat. Masih ada rakyat yang kelaparan, petani sulit menjual hasil panen, dan warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Meski begitu, ia menyampaikan capaian positif, antara lain pertumbuhan ekonomi 5,12% pada kuartal II 2025 dan realisasi investasi semester I sebesar Rp942 triliun naik 13,6% dari tahun sebelumnya yang menyerap 1,2 juta tenaga kerja.
Baca juga : Puan Sambut Hangat Ketua Parlemen ASEAN di Sidang Bersama DPR-DPD 2025
"Alhamdulillah, saya dapat melaporkan berbagai kemajuan yang cukup berarti. Demokrasi khas Indonesia adalah demokrasi yang mempersatukan, sesuai budaya kekeluargaan dan gotong royong,"pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.