BREAKING NEWS
 

Beri Kuliah di Pasca Unhan

Bamsoet: Pidato Prabowo di PBB Manifestasi Tekad Kedaulatan dan Peran Global Indonesia

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 24 September 2025 19:51 WIB
Anggota DPR/dosen tetap Pascasarjana Unhan Bambang Soesatyo (Foto: Dok. Bamsoet)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota DPR sekaligus dosen tetap Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan) Bambang Soesatyo mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), di New York, Rabu (23/8/2025). Dia menyatakan, pidato Presiden Prabowo merupakan manifestasi tekad bangsa Indonesia untuk berdiri sejajar dengan kekuatan dunia, bukan sekadar menjadi penonton.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan sikap moral bangsa Indonesia terhadap konflik Palestina-Israel, sekaligus menawarkan gagasan dan kapasitas nyata yang menggambarkan visi global baru Indonesia. Prabowo berbicara dengan keberanian dan sikap tegas, namun tetap rasional.

“Beliau memperjuangkan hak Palestina melalui solusi dua negara, menawarkan kontribusi pasukan perdamaian, sekaligus menunjukkan keseriusan Indonesia menghadapi tantangan iklim dan pangan. Ini bukan sekadar retorika, tetapi visi yang menyatukan moralitas dan kapasitas nyata,” ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat memberikan kuliah Pascasarjana (S2) Fakultas Keamanan Nasional, Unhan, secara daring, di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Baca juga : Ini 8 Momen Pidato Prabowo Di PBB Yang Disambut Tepuk Tangan Dan Aplaus Berdiri

Ketua DPR ke-20 dan Ketua MPR ke-15 ini memaparkan, dalam forum yang disaksikan ratusan kepala negara, Presiden Prabowo menegaskan bahwa solusi dua negara (two-state solution) adalah satu-satunya jalan damai untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Palestina harus merdeka, dan di saat yang sama Israel harus diakui serta dijamin keamanannya.

Menurut Bamsoet, ini langkah diplomasi yang cerdas. Menegaskan posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar yang tetap memegang prinsip keadilan, namun tidak menutup pintu dialog. “Dengan posisi ini, Indonesia bisa menjadi jembatan antara dunia Arab, Barat, dan PBB untuk mencari perdamaian abadi,” kata Bamsoet.

Adsense

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, Presiden Prabowo juga membuat gebrakan dengan menyatakan kesiapan Indonesia mengirim 20.000 pasukan penjaga perdamaian di zona perbatasan Gaza-Israel. Tawaran tersebut merupakan simbol kepercayaan diri Indonesia. Jika rencana itu berhasil diwujudkan, Indonesia akan mencatat sejarah sebagai salah satu penyumbang terbesar pasukan perdamaian dunia.

Baca juga : Pidato Prabowo Di PBB Tegaskan Komitmen Indonesia Pada Perdamaian Dunia

“Kita punya sejarah panjang kontribusi pada operasi perdamaian PBB. Ribuan personel Garuda Contingent telah bertugas sejak era 1950-an. Tetapi untuk skala 20.000 pasukan, ini akan menjadi lompatan besar bagi Indonesia," jelas Bamsoet. 

Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menuturkan, Presiden Prabowo menyinggung pula rencana pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall untuk menghadapi ancaman perubahan iklim. Data terbaru mencatat pesisir utara Jakarta mengalami penurunan tanah hingga lebih dari 10 cm per tahun, sementara kenaikan muka laut global terus mengancam. Apabila berhasil, proyek ini akan menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju yang sudah lebih dulu membangun sistem perlindungan pesisir skala besar, seperti Belanda dan Jepang.

Menurutnya, gagasan ini sangat ambisius dan berpotensi menjadi landmark infrastruktur iklim global jika dijalankan dengan baik. “Tembok laut raksasa bisa menjadi solusi proteksi jika dipadukan dengan tindakan mitigasi lokal, yakni pengendalian ekstraksi Air Tanah, restorasi mangrove, dan relokasi terencana.” papar Bamsoet.

Baca juga : ICWA Puji Pidato Prabowo Di PBB, Langkah Kembalinya Peran RI Di Kancah Global

Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini menambahkan, selain isu global, Presiden Prabowo menegaskan ambisi menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Visi tersebut mempunyai dasar yang kuat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras nasional tahun ini diproyeksikan menembus 31 juta ton, sementara cadangan pangan pemerintah meningkat.

"Pidato Presiden Prabowo di PBB adalah momentum penting bagi transformasi Indonesia. Kita bukan lagi sekadar bangsa yang bersuara, tetapi bangsa yang siap menawarkan solusi. Dari perdamaian Gaza, tanggul laut, hingga lumbung pangan, Indonesia menunjukkan kapasitas untuk berpikir global sekaligus bertindak nyata,” pungkas Bamsoet.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense