BREAKING NEWS
 

BNPB: Total Korban Jiwa Ponpes Al Khoziny Tembus 53, Ditemukan 5 Body Part

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 6 Oktober 2025 16:15 WIB
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan (kanan) memimpin proses pembersihan puing reruntuhan mushola Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (6/10/2025). (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Senin (6/10/2025) pukul 14.45 WIB, total korban meninggal dunia dalam insiden ambruknya mushola di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur telah mencapai 53 orang. 

Di luar itu, tim SAR gabungan juga menemukan lima potongan bagian tubuh. Temuan bagian tubuh ini masih dalam tahap identifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara, Surabaya.

Total korban yang masih dalam pencarian berjumlah 10 orang, yang dirawat 6 orang, dan yang telah selesai menjalani perawatan ada 97 orang. Termasuk, satu orang yang tidak membutuhkan perawatan.

Baca juga : Update Kasus Robohnya Mushola Ponpes Al Khoziny: 49 Meninggal, Ada 5 Body Part

Saat ini, penanganan insiden runtuhnya mushola Al Khoziny telah memasuki tahap akhir pembersihan puing bangunan. BNPB menargetkan, semua pekerjaan pembersihan reruntuhan rampung pada hari ini, Senin (6/10/2025). Sehingga, seluruh rangkaian operasi SAR diharapkan dapat segera diselesaikan.

Adsense

Proses pembersihan sisa puing itu dipimpin Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan.

Alat berat bergantian peran. Breaker excavator pemecah beton dikerahkan untuk menghancurkan puing dengan dimensi yang lebih besar. Setelah hancur, bucket excavator mulai mengais puing dan dipindahkan menggunakan dump truk.

Baca juga : Update Korban Robohnya Ponpes Al Khoziny, Basarnas: 45 Meninggal, 104 Selamat

Hasil pengumpulan informasi kaji cepat di lapangan memperkirakan, masih ada jenazah yang tertimbun. Jumlahnya belum diketahui dengan pasti. Namun sepertinya, kurang lebih tidak jauh berbeda dengan daftar nama orang hilang yang dirilis dari data pondok pesantren, yakni sebanyak 10 orang.

Insiden ambruknya bangunan empat lantai ini tercatat sebagai bencana dengan korban meninggal dunia terbanyak di sepanjang Januari hingga Oktober 2025. 

Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bersama tentang perencanaan pembangunan, pengawasan dan evaluasi, serta manajemen kesiapsiagaan masyarakat tentang penyelamatan diri dan evakuasi dalam fase tanggap darurat bencana.

Baca juga : DVI Polda Jatim Identifikasi 8 Korban Robohnya Ponpes Al Khoziny

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense