BREAKING NEWS
 

Perempuan Tani HKTI Dorong Inklusivitas Pertanian Menuju Kemandirian Pangan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 10 November 2025 18:23 WIB
Forum diskusi dalam gelaran Nusantara Food Summit 2025, bertema Agro-Livestockpreneur: Masa Depan Kemandirian Pangan Indonesia, di ICE BSD, Tangerang, 6 November 2025. (Foto Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam gelaran Nusantara Food Summit 2025, Ketua Umum Perempuan Tani HKTI Dian Novita Susanto menyerukan pentingnya inklusi perempuan dalam transformasi sistem pangan nasional. 

Dalam sesi bertema “Agro-Livestockpreneur: Masa Depan Kemandirian Pangan Indonesia”, Dian Novita tampil bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto, Rektor IPB University Prof. Arif Satria, serta Deputi Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Agribisnis.

“Perempuan bukan hanya pelaku, tetapi juga penggerak utama ketahanan pangan masa depan,” kata Dian Novita Susanto dalam paparannya, 6 November 2025, di ICE BSD, Tangerang.

Dia menekankan, dari sekitar 28,3 juta perempuan pedesaan di Indonesia, sebagian besar berperan langsung dalam produksi dan distribusi pangan. Namun, masih banyak menghadapi hambatan struktural, mulai dari keterbatasan akses terhadap lahan, teknologi, hingga pembiayaan.

Baca juga : DPD Dorong Diplomasi Perdamaian Dunia Berbasis Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Melalui konsep “Agro-Livestockpreneur”, Perempuan Tani HKTI mendorong model pemberdayaan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, dengan pendekatan “PENTA-A”:

 1. Awareness – membangun kesadaran gender dan menghapus stereotip sosial;

Adsense

 2. Access – memperluas akses terhadap lahan, teknologi, pasar, dan pembiayaan;

 3. Ability – memperkuat kapasitas kewirausahaan dan kepemimpinan perempuan;

Baca juga : Bamsoet Dorong Pemerintah Segera Sahkan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber

 4. Alliance – memperkuat kemitraan lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan industri;

 5. Added Value – mendorong hilirisasi produk dan penciptaan nilai tambah ramah lingkungan.

Inisiatif ini sejalan dengan semangat “Food Security 2.0”, yang menekankan integrasi antara produksi, pengolahan, dan pemasaran berbasis keadilan sosial serta pemberdayaan perempuan.

Dalam forum tersebut, para pembicara menegaskan pentingnya sinergi triple helix — antara Pemerintah, akademisi, dan dunia usaha — untuk mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan mandiri.

Baca juga : Ledakan SMAN 72, Mayoritas Korban Kena Gangguan Pendengaran

“Kemandirian pangan tidak akan tercapai tanpa keadilan akses dan partisipasi aktif perempuan di semua level,” tambah Dian.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, Perempuan Tani HKTI berharap mampu melahirkan generasi agro-livestockpreneur perempuan yang inovatif, berdaya saing, dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense