BREAKING NEWS
 

Tindak Lanjuti Islah, Gus Yahya-Gus Ipul Kumpul Di Rumah Kiai Miftach

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 29 Desember 2025 08:02 WIB
Gus Ipul, Gus Yahya, dan Amin Said Husni di rumah Rais Aam PBNU. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan kembali menyelimuti internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Setelah kesepakatan islah tercapai di Pesantren Lirboyo, Kediri, dua kubu yang sempat bertikai hebat, kini kembali duduk bersama, menandai babak baru rekonsiliasi di tubuh organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu.

Ketua Umum (Ketum) PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bertemu dengan Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftachussunnah, Jalan Kedungtarukan Nomor 100, Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/12/2205).

Sejak menjelang dzuhur, sejumlah pengurus syuriah dan tanfidziyah sudah mendatangi Ponpes yang dijaga oleh Banser dan sejumlah santri.

Selain Gus Yahya dan Gus Ipul, hadir dari jajaran syuriah KH. Muhibbul Aman Aly, KH. Akhmad Said Asrori, Prof. Abdul A'la Basyir dan Prof. Mohammad Nuh.

Sementara dari jajaran tanfidziyah, hadir KH. Akhmad Fahrur Rozi, H. Umarsyah, Imron Rosyadi Hamid, Hj Safirah Machrusah, Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil), serta KH. Zulfa Mustofa. Mereka menggelar pertemuan tertutup di Ndalem Ponpes.

Dalam foto yang beredar, Gus Ipul dan Gus Yahya yang sama-sama memakai baju putih lengan panjang dan songkok hitam, duduk lesehan berdampingan. Sementara Kiai Miftach yang mengenakan sarung dan koko hijau berpeci putih, duduk di depan keduanya.

Baca juga : Gus Yahya Galang Kekuatan, Kiai Miftah Siapkan Muktamar

Pertemuan tertutup ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan di Ponpes Lirboyo Kediri. Sebelumnya, di Ponpes ini digelar Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar PBNU, Kamis (25/12/2025). Rapat memutuskan kedua kubu yang berseteru rujuk dan Muktamar Ke-35 NU diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya.

Usai pertemuan tertutup yang berlangsung hingga ashar itu, Gus Yahya membeberkan isi pertemuan. Dia menuturkan, pertemuan antara syuriyah dan tanfidziyah diawali dengan membaca shalawat bersama. Bacaan ini sebagai upaya memperkuat ikatan batin.

"Semua yang menjadi persoalan, kita anggap sudah lewat, sudah tidak ada. Semua menghendaki kebersamaan, kembali bersama seperti semula," kata Gus Yahya.

"Dulu kita berangkat bersama, kita akan terus berjalan bersama sampai akhir. Sebagaimana kesepakatan dan mandat dari pertemuan Lirboyo Kamis yang lalu," sambungnya.

Sementara Ketua PBNU Rumadi Ahmad mengungkapkan, suasana pertemuan berlangsung hangat dan diliputi dengan kegembiraan. Semua pihak yang hadir menghendaki PBNU bersatu.

Adsense

“Semua tertawa gembira, mulai ledek-ledekan, dan peluk-pelukan. Ini hari sangat bersejarah, yang sangat menggembirakan. Tak ada yang kalah, tidak ada yang menang,” ucap Rumadi, sambil tersenyum.

Baca juga : Gus Yahya Dan Gus Ipul Gantian Sowan Ke Lirboyo

Pertemuan itu, lanjut Rumadi, simbol bahwa PBNU lulus ujian. Penyelesaiannya pun dilakukan dengan baik dan bijaksana.

“Jadi hasil pertemuan tadi, tidak ada. Hanya muludan (shalawatan), doa bersama, sambil makan-makan sederhana,” sebutnya.

Senada, Gus Ipul juga menegaskan, pertemuan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan. Pertemuan ini jadi momentum penting mempererat kembali hubungan antarpengurus PBNU, setelah dinamika internal yang sempat memanas dalam sebulan terakhir.

"Kita sudah kumpul, sudah guyub, Alhamdulillah," ujar Menteri Sosial (Mensos) ini mengucap syukur.

Gus Ipul menegaskan, pertemuan belum membahas langkah-langkah teknis secara rinci. Pembicaraan lanjutan, termasuk arah kebijakan organisasi, akan dilakukan oleh Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di waktu mendatang. “Intinya langkah ke depan, semua dibicarakan bersama,” cetusnya.

Ditanya soal percepatan Muktamar, Gus Ipul menegaskan, belum ada keputusan yang diambil dalam pertemuan teranyar. Pembahasan soal Muktamar masih menunggu penjelasan bersama Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Baca juga : DPR Minta Kemenkes Usut Tuntas Kasus Ibu Hamil Ditolak 4 RS Di Papua

“Kapan dan bagaimana, tunggu penjelasan dari Kiai Miftach dan Gus Yahya,” sambungnya.

Gus Ipul menekankan, yang terpenting, kini suasana rukun dan kebersamaan kembali menyelimuti di internal PBNU. “Yang penting tadi kita shalawatan dan makan sederhana bersama,” tutupnya.

Sekadar informasi, usai melewati serangkaian proses panjang, saling pecat, pleno, hingga musyawarah akbar, kedua kubu memutuskan rekonsiliasi alias islah.

Islah terjadi usai pertemuan bersejarah yang diprakarsai oleh masyayikh dengan agenda Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU dengan Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Dalam rapat itu, Gus Yahya dan Kiai Miftach, yang selama gegeran belum pernah bersua, berpelukan dan saling rujuk. Selain itu, rapat konsultasi menyepakati pelaksanaan Muktamar ke-35 NU digelar secepat-cepatnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense