BREAKING NEWS
 

Seberangi Sungai, Petugas SPPG Di Pedalaman NTT Antar MBG Ke Sekolah

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 20 Januari 2026 14:53 WIB
Foto: Tim Media Presiden

RM.id  Rakyat Merdeka - Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Koa, Kecamatan Mollo Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama warga setempat terpaksa menyeberangi Sungai Noelmina yang meluap akibat hujan berkepanjangan demi mengantarkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah-sekolah di wilayah seberang.

Luapan Sungai Noelmina, yang menjadi batas alami antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan, menghambat distribusi MBG dari dapur SPPG Desa Koa, khususnya ke lima sekolah yang berada di Desa Tuppan. Kondisi tersebut memaksa petugas dan warga mengangkut paket MBG secara manual melintasi sungai berarus deras.

Paket MBG diangkut dari dapur menggunakan kendaraan hingga tepi sungai. Selanjutnya, warga bergotong royong membawa paket menyeberangi sungai, sebelum dilanjutkan dengan gerobak menuju sekolah-sekolah penerima manfaat.

Baca juga : Tulang Punggung Gas Nasional, Pertagas Raih Penghargaan BPH Migas 2025

Sebanyak 430 paket MBG berhasil disalurkan ke lima sekolah, yang terdiri atas dua sekolah dasar (SD), satu sekolah menengah atas (SMA), dan dua pendidikan anak usia dini (PAUD).

Adsense

“Sudah tiga hari ini MBG harus digotong menyeberang sungai karena kondisi sungai banjir,” kata Kepala SPPG Desa Koa Edigar Noel Alves Boavida, Selasa (20/1/2026).

SPPG Desa Koa yang berada di bawah naungan Yayasan Wadah Titian Harapan saat ini melayani 1.384 penerima manfaat, yang meliputi anak-anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tiga desa wilayah Kecamatan Mollo Barat.

Baca juga : Pemprov DKI Tanggung Biaya Pengobatan Dan Pemakaman Korban Kebakaran Ruko Terra Drone

Edigar berharap pemerintah dapat membangun jembatan penghubung di lokasi tersebut agar distribusi MBG dan aktivitas masyarakat lintas desa dapat berjalan lancar dan aman. Menurutnya, jalur alternatif darat yang harus ditempuh jika memutar memerlukan waktu hingga tiga hingga empat jam dengan kondisi jalan berbatu dan rawan longsor.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu pembangunan jembatan agar pelayanan MBG ke desa seberang dapat berjalan lebih aman dan lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, penyaluran MBG ke sekolah-sekolah di seberang Sungai Noelmina kerap terhenti setiap kali hujan turun dan air sungai meluap, karena kendaraan SPPG tidak dapat melintas. Namun demi memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, warga sekitar secara sukarela bergotong royong mengantarkan paket MBG hingga ke ruang-ruang kelas, meski harus menghadapi risiko di tengah arus sungai yang deras.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense