BREAKING NEWS
 

Kunjungi Korban Longsor Cisarua, Gibran Bicara Alih Fungsi Hutan

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 26 Januari 2026 08:24 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (keempat kiri) meninjau lokasi longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). (Foto: Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung meninjau lokasi longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar). Di hadapan para pengungsi, Gibran menegaskan alih fungsi hutan dan lahan perbukitan harus dihentikan agar bencana serupa tak terus berulang.

Wapres dan rombongan berangkat dari Jakarta menuju Jabar menggunakan Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun KCIC Halim, turun di Stasiun KCIC Padalarang. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan darat ke Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.

Tiba sekitar pukul 09.10 WIB, Gibran yang didampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, memantau langsung kondisi timbunan tanah longsor.

Gibran jalan kaki menuju lokasi bencana. Di sini, Wapres dan rombongan berkeliling memantau kerusakan hingga proses pencarian korban sampai pukul 09.40.

Setelahnya, Wapres menuju posko pengungsian di Kantor Desa Pasirlangu. Sembari lesehan, Gibran yang memakai kemeja hijau tosca lengan panjang berbincang dengan ratusan pengungsi.

Kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Kabupaten Bandung Barat, Gibran meminta mereka mengawasi alih fungsi lahan di daerah perbukitan dan dataran tinggi. Ini demi meminimalisir potensi bencana serupa di kemudian hari.

"Saya titip Pak Wagub, Bupati, terkait alih fungsi lahan mohon segera ditindak. Stop alih fungsi lahan," tegas Gibran.

Baca juga : Pramono Berjibaku Surutkan Banjir Jakarta

Gibran lantas menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf Pemerintah. Wapres memastikan, pencarian korban longsor yang belum ditemukan dilakukan maksimal.

Wapres menekankan pentingnya percepatan pencarian dan evakuasi korban. Meski begitu, dia meminta operasi pencarian tetap mengutamakan keselamatan petugas, mengingat kondisi cuaca dan kontur tanah yang masih labil.

"Saya mohon maaf sekali atas kejadian ini. Tadi saya habis mengecek lokasi longsor, tim sudah turun semua ke lapangan. Saya minta pencarian korban maksimal. Doakan semua sehat dan selamat," kata Gibran, Minggu (25/1/2026).

Gibran memastikan, Pemerintah akan memenuhi seluruh kebutuhan dasar para pengungsi. Dari logistik, layanan kesehatan, hingga hunian sementara.

Gibran kembali meminta Wagub Jabar Erwan Setiawan dan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengutamakan pelayanan terhadap warga lansia, anak-anak, serta ibu hamil dan menyusui. "Mohon ada atensi khusus. Penuhi segala kebutuhannya, jika sakit diobati, petugas kesehatan siaga 24 jam," perintah Gibran.

Adsense

Wapres lalu menyinggung juga soal rencana relokasi terhadap korban longsor. Ia meminta relokasi tak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka saat ini, namun tetap titik yang aman dari ancaman bencana.

"Tadi sudah bahas dengan Pak Wagub dan Pak Bupati soal relokasi. Segera disosialisasikan, relokasi ke mana. Lokasi baru jangan terlalu jauh dari sini karena mata pencaharian mereka di sini," kata Gibran.

Baca juga : Modifikasi Cuaca Jabodetabek; 6 Pesawat Diterjunkan, 32 Ton Garam Disemai

Menko PMK Pratikno menegaskan, prioritas Pemerintah saat ini yakni menyelamatkan jiwa serta perlindungan dan pemenuhan kebutuhan pengungsi. "Operasi SAR 24 jam nonstop karena masih ada puluhan warga yang dalam pencarian, bersamaan dengan perlindungan pengungsi dan pencegahan bencana susulan," ujar Menko PMK.

Pratikno juga bilang, Wapres telah membahas rencana relokasi korban. Termasuk membahas percepatan identifikasi lahan relokasi yang aman untuk meminimalkan risiko bencana susulan.

Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan, operasi pencarian dan pertolongan dikoordinasikan langsung oleh Basarnas. Operasi ini melibatkan ratusan personel gabungan, serta dukungan sarana udara dan darat.

"Lebih dari 250 personel terlatih terlibat langsung dalam operasi SAR. Operasi dilakukan bertahap demi keselamatan seluruh tim," tambah Kepala Basarnas.

BNPB juga telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat untuk kaji cepat dan pemetaan udara menggunakan drone. Untuk mengantisipasi bencana susulan dan mendukung operasi pencarian, BNPB melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabar, termasuk Bandung Raya.

Sebagai informasi, banjir bandang disertai tanah longsor di Kampung Babakan RT 05 RW 11 Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat terjadi Sabtu (24/01/2026) dini hari akibat curah hujan tinggi.  Kepolisian Daerah (Polda) Jabar mencatat, sebanyak 16 jenazah korban telah ditemukan hingga Minggu siang (25/1/2026). 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan, seluruh kantong jenazah saat ini berada di Pos Disaster Victim Identification (DVI), di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pasirlangu untuk menjalani proses identifikasi.

Baca juga : Indonesia Sebagai Founding Members BoP Buatan Trump

"Per pukul 12.00 WIB hari ini, jumlah kantong jenazah yang kami terima bertambah menjadi 16 kantong. Sebelumnya, pada hari kemarin kami telah mengekspos sebanyak 11 kantong jenazah," kata Hendra, di Bandung, Minggu (25/1/2026).

Dari total temuan tersebut, sembilan jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi melalui data sebelum meninggal dunia atau ante-mortem. Pos DVI telah melakukan pencocokan data ante-mortem secara manual maupun digital melalui sistem elektronik yang terintegrasi dengan data tunggal kependudukan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Proses evakuasi dan pencarian jenazah korban tertimbun material longsor masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar bersama Tim Search and Rescue (SAR) gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, Kepolisian, serta TNI.

Hingga saat ini, sekitar 80 korban longsor masih dalam proses pencarian. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan pada lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga, serta memaksa ratusan warga mengungsi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense