BREAKING NEWS
 

Prabowo Dijadwalkan Resmikan Museum Marsinah, Andi Gani: 7 Ribu Buruh Siap Hadir

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Jumat, 15 Mei 2026 20:59 WIB
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea meninjau persiapan peresmian Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026). Dok. KPJ/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan Museum Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Sekitar 7 ribu buruh dari berbagai daerah seperti Surabaya, Nganjuk, Mojokerto, dan Jombang dipastikan hadir pada peresmian tersebut.

Museum yang dibangun secara mandiri oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) itu menjadi simbol perjuangan buruh Indonesia dan menyimpan berbagai jejak sejarah kehidupan serta perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea selaku inisiator pembangunan museum mengatakan seluruh persiapan acara peresmian telah matang.

"Besok Bapak Presiden akan tiba di sini jam 08.45 WIB dan acara dimulai jam 09.00 WIB. Ini merupakan hal yang luar biasa, Presiden punya concern yang sangat besar untuk perjuangan buruh Indonesia," kata Andi Gani saat gladi resik di Museum Marsinah, Jumat (15/5/2026).

Andi Gani menegaskan, pembangunan museum dilakukan secara mandiri oleh KSPSI tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, KSPSI memiliki kekuatan manajerial dan finansial organisasi yang independen.

"Museum ini dibangun tanpa dana APBN. Kenapa KSPSI mampu? Karena kami memiliki manajerial kekuatan keuangan yang kuat. Ini adalah bentuk kesadaran penuh karena Ibu Marsinah adalah anggota KSPSI," ujarnya.

Baca juga : Jelang Diresmikan Presiden Prabowo, Andi Gani Cek Kesiapan Museum Ibu Marsinah

Adapun, museum tersebut menampilkan berbagai koleksi yang menggambarkan perjalanan hidup Marsinah. Mulai dari pakaian asli yang dikenakan sebelum meninggal dunia, tas pribadi, hingga kliping koran terkait kasus pembunuhan dan proses pengadilannya.

"Isinya mulai dari pakaian Ibu Marsinah pada saat sebelum meninggal. Ini tas yang waktu itu dibawa, lalu ini ada kliping-kliping koran, kalau kita lihat ada kliping pembunuhannya kenapa, dan disini semuanya lengkap," jelasnya.

Selain itu, museum juga menghadirkan diorama kondisi buruh pada era 1990-an, termasuk kisah 13 pekerja yang dipaksa menandatangani surat pengunduran diri. Di dalam museum turut dipaparkan berbagai perjuangan Marsinah terkait hak-hak pekerja.

"Di sini kenapa Bu Marsinah menjadi simbol perjuangan? Ini lengkap, dari tiga fase tuntutan Ibu Marsinah. Zaman dulu beliau sudah berpikir soal hak cuti haid, soal hak tunjangan cuti hamil, dan penyesuaian hak pekerja baru dan pekerja lama," tuturnya.

Adsense

Keunikan lain dari museum ini adalah lokasinya yang dibangun tepat di atas tempat ari-ari Marsinah ditanam, berdampingan dengan rumah masa kecilnya.

Baca juga : Jemaah Diingatkan Potensi Panas Ekstrem, Asuransi & Bus Shalawat

"Di atas museum ini adalah tempat ari-arinya Ibu Marsinah dikuburkan. Jadi ini punya sejarah kuat yang luar biasa," ungkapnya.

Dalam penataannya, KSPSI mengadopsi konsep dari Museum Galeri Nasional Singapura. Pembangunan museum juga atas inisiatif Kapolri sekaligus Ketua Dewan Penasihat KSPSI Jenderal Listyo Sigit Prabowo lalu mendapat supervisi dari Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni bersama jajaran Desk Ketenagakerjaan Polri.

Di kawasan museum juga dibangun rumah singgah yang dapat digunakan secara gratis bagi para peziarah maupun aktivis buruh dari luar daerah.

"Ada rumah singgah di belakang, kami gratiskan untuk para peziarah yang tidak mendapat penginapan. Maksimal satu malam agar tidak disalahgunakan menjadi tempat tinggal tetap," tambahnya.

Selain Presiden Prabowo, sejumlah tokoh dijadwalkan hadir, di antaranya Sekjen ITUC Shoya Yoshida, Kapolri sekaligus Ketua Dewan Penasihat KSPSI Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, hingga jajaran pimpinan MPR dan DPD RI.

Baca juga : Prabowo Bakal Resmikan Langsung Museum Marsinah: Pahlawan Kaum Buruh di Nganjuk

Andi Gani menilai, kehadiran Presiden Prabowo adalah pengakuan besar negara terhadap sejarah perburuhan, terlebih setelah Presiden Prabowo memenuhi janjinya mengangkat status Marsinah sebagai Pahlawan Nasional.

Selain penekanan tombol peresmian, Andi Gani juga berencana mengajak orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk berziarah ke makam Marsinah yang terletak tak jauh dari lokasi, serta meninjau pameran UMKM produk ekspor karya para aktivis buruh.

Namun begitu, agenda ziarah dan peninjauan UMKM tersebut masih bersifat situasional. Setelah diresmikan, kata Andi Gani, Museum Ibu Marsinah akan dibuka untuk masyarakat umum tujuh hari kemudian tanpa dipungut biaya.

"Dibuka untuk umum dan digratiskan langsung. Kita akan operasional dalam waktu seminggu untuk persiapan, dan sebagai guide-nya kita siapkan petugas juga Ibu Marsini, kakaknya," jelasnya.

Andi Gani menambahkan, kakak Marsinah, Marsini, yang telah pensiun sebagai kepala sekolah, kini turut bergabung menjadi pengurus KSPSI Jawa Timur dan akan membantu operasional museum.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense