RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menggandeng Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto. Sinergi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam pembangunan nasional.
Hal itu mengemuka dalam diskusi antara Bappisus dan MRPTNI di Brilian Club, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Kepala Bappisus, Aris Marsudiyanto, mengatakan pembangunan nasional membutuhkan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Menurut Aris, perguruan tinggi perlu menghasilkan lulusan yang menguasai lima aspek utama, yakni kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, kreativitas, serta daya juang (adversity quotient).
Baca juga : Kunjungan Menag Perkuat Dukungan Integrasi Pendidikan UIN Jakarta
"Kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan. Kita akan menyinkronkan platform, metodologi, dan sistem di setiap perguruan tinggi dengan pemerintah agar lahir formula untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, baik S1, S2, maupun S3," kata Aris.
Sebagai tindak lanjut, Bappisus dan MRPTNI akan membentuk kelompok kerja untuk menyusun rekomendasi yang selanjutnya dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo agar kalangan akademisi turut berkontribusi dalam pembangunan nasional.
"Saya rasa itu langkah yang kita lakukan untuk memfollow-up semangat Pak Presiden saat mengumpulkan 2.600 akademisi dan rektor beberapa waktu lalu," ujarnya.
Sementara itu, Ketua MRPTNI, Eduart Wolok, mengatakan kerja sama dengan Bappisus akan memperkuat koordinasi perguruan tinggi dengan berbagai kementerian dalam mendukung program pemerintah.
Baca juga : Semua Pemain Persib Punya Kesempatan Tampil di Piala Presiden 2026
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Eduart, sejumlah perguruan tinggi telah mengembangkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbasis kampus.
Ia menjelaskan, SPPG di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai dapur penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi laboratorium penelitian untuk mengevaluasi pelaksanaan MBG sehingga program tersebut dapat terus disempurnakan berdasarkan hasil riset.
"MBG bukan lebih penting dari pendidikan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui perbaikan kualitas SDM. Kampus hadir memberikan masukan berbasis riset agar program ini semakin optimal," ujar Eduart.
Selain mendukung MBG, MRPTNI juga akan melibatkan perguruan tinggi negeri di berbagai daerah dalam riset Rute Peradaban Nusantara. Penelitian tersebut diharapkan mampu menggali kekayaan budaya dari Sumatera hingga Papua sekaligus memperkuat identitas bangsa.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Terminal BBM, Dukung Keandalan Distribusi di Aceh
"Kita ketahui riset Rute Peradaban Nusantara Indonesia begitu luas dengan beraneka ragam kebudayaan dan peradaban. Perguruan tinggi negeri hadir hampir di seluruh wilayah Indonesia," katanya.
Eduart berharap hasil riset tersebut dapat menjadi landasan bagi pembangunan yang berbasis potensi budaya dan kearifan lokal.
"Jadi sehebat apa pun manusia Indonesia yang dihasilkan ke depan, dia tetap harus tahu seperti apa sebagai anak Indonesia," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.