RM.id Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) membantu mengembangkan usaha tempe milik Nadriyatul, mustahik binaan di Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Usaha tersebut kini mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 550 ribu per hari. Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS, Idy Muzayyad mengatakan, perkembangan usaha Nadriyatul menjadi salah satu bukti program pemberdayaan ekonomi BAZNAS dapat mendorong kemandirian mustahik.
"Alhamdulillah, inilah tujuan Program BAZNAS Microfinance, yakni mendorong kemandirian mustahik dengan menyalurkan bantuan modal usaha tanpa bunga untuk mengembangkan usaha mustahik," kata Idy, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Baca juga : BAZNAS Semarakkan MTQ Nasional XXXI, Buka Beragam Layanan Gratis
Menurut Idy, Program BMD tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan agar usaha yang dijalankan mustahik dapat berkembang dan berkelanjutan.
Idy mengatakan, BAZNAS akan terus mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui berbagai program strategis, termasuk pemberdayaan ekonomi.
Saat ini, BAZNAS mengubah proporsi distribusi dan pemberdayaan dari sebelumnya 70 persen berbanding 30 persen menjadi 50 persen berbanding 50 persen.
Baca juga : BAZNAS Salurkan 16 Ribu Liter Air Bersih Untuk Warga Keranggan Tangsel
"BAZNAS akan terus mengoptimalkan pemanfaatan ZIS untuk kesejahteraan umat, termasuk pada program pemberdayaan ekonomi, yakni BMD di seluruh daerah Indonesia, sehingga akan menjangkau lebih luas lagi mustahik yang perlu dibantu," ujarnya.
Sementara itu, Nadriyatul mengaku bersyukur mendapat bantuan melalui Program BMD. Menurutnya, bantuan tersebut mendorong perkembangan usaha tempe yang dijalankannya hingga kini mampu mengolah sekitar 25 kilogram kedelai setiap hari.
Nadriyatul juga menjaga kualitas tempe dengan memastikan sekitar 90 persen kulit kedelai terlepas dalam proses produksi. Proses tersebut, kata dia, membuat tempe lebih berkualitas dan dapat bertahan lebih lama tanpa menggunakan bahan pengawet.
Baca juga : BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat Di 48 Kementerian Dan Lembaga
"Alhamdulillah, omzet sekitar Rp 550 ribu per hari. Untuk penjualannya, saya mengandalkan pelanggan tetap di Desa Rejosari dan juga dititipkan di sejumlah warung di sekitar desa untuk memperluas pemasaran," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.