BREAKING NEWS
 

Dukung Penegakan Hukum Tambang Ilegal

Mukhtarudin: Komitmen Pemerintah Perlu Pengawasan Ketat DPR

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 25 Agustus 2025 12:19 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Fraksi Golkar DPR sekaligus Anggota Komisi XII DPR Mukhtarudin memberikan tanggapan positif terhadap pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait komitmen pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menindak tegas pelaku penambangan ilegal.

Anggota Komisi bidang energi ini menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan penegakan hukum yang adil sebagaimana ditekankan Presiden Prabowo Subianto.

Mukhtarudin mengapresiasi pembentukan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025.

Ia menilai langkah ini sebagai wujud nyata komitmen pemerintah untuk mengatasi maraknya aktivitas tambang ilegal, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan.

Baca juga : PDIP Soroti Penurunan TKD, Pemerintah Perlu Kuatkan Program Berbasis Desa

"Saya kra penambangan ilegal tidak hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga merusak lingkungan dan mengancam keberlanjutan ekosistem. Kami di Komisi XII akan memastikan Satgas PKH bekerja secara efektif dan transparan,” ujar Mukhtarudin, Senin (25/8/2025). 

Mukhtarudin menyoroti dua jenis pelanggaran yang diungkap Menteri ESDM, yaitu penambangan tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di kawasan hutan dan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) di luar kawasan hutan. M

enurutnya, pengawasan ketat dari DPR diperlukan untuk memastikan penegakan hukum dilakukan tanpa tebang pilih.

Adsense

"Kami akan mendorong pemerintah untuk mempublikasikan data pelaku tambang ilegal dan tindakan hukum yang diambil. Transparansi ini penting untuk menjaga kepercayaan publik,” tegas Mukhtarudin.

Baca juga : Ahmad Labib Dorong Pemerintah Perketat Pengawasan Impor Gula Rafinasi

Legislator Golkar asal Kalimantan Tengah ini menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPR, dan aparat penegak hukum dalam menangani dampak sosial dan lingkungan akibat tambang ilegal.

Mukhtarudin mengusulkan agar Satgas PKH melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari sistem pengawasan.

“Masyarakat di sekitar lokasi tambang sering kali menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka harus dilibatkan, baik dalam pengawasan maupun dalam program pemulihan lingkungan pasca-penertiban,” ungkap Mukhtarudin.

Mukhtarudin juga meminta pemerintah untuk mempercepat digitalisasi perizinan tambang guna meminimalkan celah penyalahgunaan.

Baca juga : Pemuda Jakbar Harap Kepolisian Perketat Pengawasan Tempat Hiburan Malam

“Sistem perizinan yang transparan dan berbasis teknologi akan memudahkan pengawasan dan mengurangi potensi korupsi dalam pengelolaan sumber daya mineral,” beber Mukhtarudin.

Fraksi Golkar Senayan dan Komisi XII DPR akan terus mengawal kebijakan ini melalui fungsi legislasi dan pengawasan.

“Kami mendukung penuh komitmen Presiden dan Menteri ESDM, tetapi kami juga akan memastikan bahwa penegakan hukum ini tidak hanya tegas, tetapi juga adil dan berpihak pada kepentingan rakyat serta kelestarian lingkungan,” pungkas Mukhtarudin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense