RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menerima audiensi Ketua Umum dan jajaran pengurus Perkumpulan Alumni Margasiswa Republik Indonesia (PATRIA) di Kompleks DPR RI.
Audiensi tersebut mengangkat tema “Sinergi PATRIA – Parlemen: Harmoni, Demokrasi, Kesejahteraan”, sebagai ruang dialog kebangsaan antara parlemen dan elemen masyarakat sipil dalam memperkuat nilai persatuan, demokrasi, dan pembangunan yang inklusif.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN ini menyampaikan apresiasi atas pengakuan resmi negara terhadap PATRIA sebagai wadah alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI).
“Ini bukan hanya legitimasi organisasi, tetapi juga penguatan peran kebangsaan. Alumni PMKRI hadir sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial dalam membangun Indonesia,” ujar Ibas dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Ibas menegaskan, bahwa tema audiensi mencerminkan tiga nilai utama yang harus terus dijaga dan diperkuat bersama, yaitu harmoni, demokrasi, dan kesejahteraan. Menurutnya, harmoni menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman.
“Kita hidup dalam kemajemukan. Perbedaan adalah kekuatan, bukan kelemahan. PATRIA memiliki peran penting dalam merawat pluralisme dan persatuan,” ujarnya.
Sementara itu, demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses elektoral, tetapi juga sebagai upaya berkelanjutan dalam mendengar dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Demokrasi adalah proses mendengarkan, mengawal, dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Di sinilah peran parlemen dan organisasi alumni menjadi sangat strategis,” ujar Anggota Dapil Jawa Timur VII tersebut.
Baca juga : PRESISI Ingatkan Pentingnya Narasi Sejuk di Tengah Dinamika Global
Lebih lanjut, Ibas menekankan bahwa tujuan akhir dari seluruh proses kebangsaan adalah kesejahteraan rakyat.
Dalam kesempatan tersebut, lulusan S3 IPB University ini juga menyoroti peran strategis alumni PATRIA sebagai kelompok terdidik yang memiliki jejaring luas di berbagai sektor.
Ia mendorong agar PATRIA dapat mengambil peran sebagai penjaga nilai, mitra kritis, sekaligus penggerak solusi bagi bangsa.
“PATRIA harus menjadi guardian of values, critical partner, dan agent of change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.
Fraksi Partai Demokrat, lanjut Ibas, membuka ruang kolaborasi yang luas dengan PATRIA, khususnya dalam penyerapan aspirasi masyarakat, perumusan kebijakan publik yang inklusif, serta pengawalan program pembangunan agar tepat sasaran.
“Kita ingin membangun jembatan dari masyarakat ke parlemen, dari gagasan menjadi kebijakan,” ujarnya.
Ibas juga mengapresiasi berbagai program PATRIA dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti workshop UMKM, pendidikan dan karya akademis, literasi keuangan, kesehatan, lingkungan hidup, serta sekolah kader kebangsaan.
“Bangsa ini membutuhkan lebih banyak orang baik yang tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi solusi. Tidak hanya berpikir, tetapi juga bertindak,” ujarnya.
Baca juga : Hari Nelayan Nasional 2026, Ibas Tekankan Ekonomi Biru dan Ketahanan Pangan
Lulusan S2 Nanyang Technological University dari Singapura ini mengajak seluruh alumni PATRIA untuk terus berkontribusi aktif dalam menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, dan memperjuangkan keadilan sosial.
Dalam forum tersebut, Ketua Umum DPP PATRIA 2025–2030, Agustinus Tamo Mbapa, menyampaikan komitmen organisasinya dalam mendorong gerakan ekologis nasional, yaitu Gerakan Satu Juta Pohon dengan melibatkan ribuan titik di seluruh Indonesia sebagai kontribusi nyata terhadap lingkungan.
Sementara itu, perwakilan pengurus PATRIA, Ibnu Kurniawan, mengusulkan solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas.
“Bagaimana jika setiap RT ada unit pengelolaan sampah tanpa asap, sehingga bisa membakar sendiri, bisa membesarkan sendiri,” ujarnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Anggota Fraksi Partai Demokrat, Marwan Cik Asan menyampaikan, apresiasinya terhadap semangat kontribusi generasi muda.
Ia menegaskan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan nilai perjuangan Partai Demokrat dan membuka ruang kolaborasi ke depan.
Hal senada disampaikan Rizki Natakusumah yang menilai program-program PATRIA memiliki dampak nyata.
“Programnya luar biasa, melihat program pelatihan yang luar biasa, termasuk menanam pohon,” ujarnya.
Baca juga : AHY Tekankan Semangat Toleransi Dan Kebangkitan
Sementara itu, Hillary Brigitta Lasut menyampaikan optimismenya, “Saya yakin dan percaya umat katolik berkumpul, mengupayakan sesuatu pasti tidak lama bisa diwujudkan," ujarnya.
Dukungan konkret juga disampaikan oleh Sabam Sinaga yang mendorong penguatan sektor pendidikan.
“Kami berinisiatif untuk memberikan 14 Program Indonesia Pintar (beasiswa) untuk PATRIA. Nanti skemanya dapat dibicarakan,” ujarnya.
Menutup sesi tanggapan, Zulfikar Suhadi menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam pembangunan nasional. “Semakin banyak kolaborasi dari berbagai pihak, Indonesia semakin maju,” ujarnya.
Audiensi ini turut dihadiri sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat, antara lain Marwan Cik Asa, Rizki Natakusumah, Benny K. Harman, Sabam Sinaga, Hillary Brigitta Lasut, dan Zulfikar Suhadi, serta para anggota dan pengurus PATRIA PMKRI dari berbagai daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.