RM.id Rakyat Merdeka - Sekjen Partai Hanura Benny Rhamdani menegaskan, partainya kini punya slogan baru, yakni Berpihak Kepada Daerah. Slogan baru ini adalah jalan perjuangan partai.
Pembaruan tagline ini juga menandakan pergerseran orientasi programatik teknokratis ideologis dan akan dituangkan dalam instruksi partai resmi.
"Dulu temanya Daerah Berdaya, Indonesia Sejahtera. Sekarang temanya Berpihak Kepada Daerah. Ke depan, semua kegiatan menggunakan tema baru ini," kata Benny saat penutupan pelantikan DPD Hanura DIY bersamaan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota Partai Hanura tahun 2026, Selasa (15/9/2026).
Keberpihakan kepada daerah ini, kata Benny sejalan dengan kondisi kekinian. Di mana, hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tengah bergejolak karena persoalan anggaran daerah.
Ketua Umum Hanura Oesman Sapta (OSO), kata Benny, selalu menegaskan, tidak ada Indonesia makmur jika daerah tidak diberdayakan. Maka, pengelolaa bernegara harus memprioritaskan daerah.
Baca juga : Madura United Incar Balas Kekalahan dari PSIM di Kandang
"Jadi Indonesia sentris dan tak ada lagi ketimpangan antar daerah. Tidak ada republik Indonesia tanpa kabupaten, kota, kecamatan, tanpa desa kelurahan," katanya.
Diingatkan, jika daerah terus bergolak karena merasa tak adil, akan muncuk 4D. Yakni Distrust, Disharmoni, Disobedience, dan Disintegrasi.
"Maka dalam Bimteknas kali ini, kami ada rekomendasi partai, bahwa kebijakan yang mengabaikan daerah, resentralisasi fiskal, tata kelola anggaran yang seolah-olah dalam kendali pusat, kewenangan yang ingin mengkhianati amanat reformasi tentang otonomi daerah, menjadi catatan penting. Sumber daya alam harus sepenuhnya bermanfaat kembali ke daerah," katanya.
Ditegaskan, jika pemerintah mengubah arah kiblat, resentralisasi kembali ke desentralisasi, dia yakin merah putih akan tetap berkibar, nusantara akan tetap menjadi negara yang utuh.
"Hanura sangat menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa sesuai amanat konstritusi," tegasnya.
Baca juga : Hanura Harap Menkeu Suahasil Dengarkan Keluhan Daerah
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Hanura Patrice Rio Capella berharap Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mendengar keluhan daerah. Kepala daerah, selama ini menjerit soal pemangakasan dana transfer ke daerah (TKD) dan dana bagi hasil.
"Harapan kita Bapak Menteri Keuangan yang baru mendengar jeritan para bupati, wali kota, gubernur soal dana bagi hasil. Saya yakin Menteri Keuangan yang baru lebih arif dan lebih bijak," kata Rio di acara yang sama.
Rio yang juga Ketua Tim Task Force Hanura ini meminta, Pemerintah Pusat lebih arif dalam memotong anggaran untuk daerah. Berikan sedikit kelonggaran kepada daerah agar bisa membangun dirinya.
Jika daerah diberi kelonggaran, Rio yakin kepala daerah akan lebih berdaya untuk memajukan daerahnya. Karena uang yang beredar di daerah sedikit, maka ekonominya mandek.
"Selama ini terlalu ketat, dipotong hampir 30 persen. Saya harap pelan-pelan mulai mengembalikan itu. Sudah cukup ketegangan antara pusat dan daerah," harapnya.
Baca juga : Resmi Dilantik DPP, DPD Hanura DIY Siap Kibarkan Bendera Singa
"Ketua Umum kami, Pak Oesman Sapta sudah ngomong dari dulu bahwa Indonesia ini akan maju, kalau daerah berdaya," tandasnya.
Di sisi lain, pada acara Bimteknas kali ini, Benny menyampaikan penghargaan kepada seluruh DPC, DPD, anggota DPRD, dan seluruh kader terbaik Hanura dari seluruh daerah. Sebab, merawat kader, memastikan organisasi tetap berjalan, tanpa sorotan kamera dan tanpa menunggu perintah, amat berat.
"Partai tidak akan kuat jika DPD, DPC, PAC, hingga Ranting tidak berjalan. Jaga baik kehormatan dan nama baik marwah partai. Bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat. Jangan cepat puas," imbaunya.
Dia ingin, seluruh level kepengurusan menghidupkan struktrur hingga di daerah. Tidak boleh ada SK tanpa aktivitas, jabatan tanpa pekerjaan, struktur harus punya hubungan dengan rakyat, bukan hanya di atas kertas dan administratif.
"Singkirkan friksi, jauhkan konflik, berhenti bekerja berdasar perasaan, jangan mengatakan struktur kuat, anggota banyak dan aktif tanpa validasi, data, dan ukuran. Kita harus tahu di mana kita kuat, di mana yang lemah, di mana yang harus perbaiki," pesannya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.