BREAKING NEWS
 

Hoki Indonesia Ingin Ulang Sejarah Emas, Menanti Restu Tim Review SEA Games

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Senin, 17 November 2025 05:05 WIB
Tim Hoki Indonesia saat latihan. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menghadapi SEA Games Thailand 2025 yang akan mempertandingkan enam medali emas, Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) baru mendapatkan jatah 34 atlet untuk nomor Hockey Indoor putra dan putri. Tim Review memutuskan kuota tersebut karena dinilai paling berpeluang meraih medali.

Sementara itu, nasib atlet Hockey Field dan Hockey 5s, yang kini menjalani pemusatan latihan (TC) di Perth, Australia, masih menunggu keputusan. Hockey 5s sendiri baru pertama kali dipertandingkan di SEA Games sehingga penentuannya masih dalam pembahasan.

"Kami hanya membutuhkan 60 atlet yang bisa tampil untuk di nomor Hockey Indoor, Hockey Field, dan Hockey 5s. Jadi, kita bisa memperbesar peluang untuk memenuhi target 2 medali emas dan 4 perak yang dicanangkan. Dan, kami punya alasan karena telah melakukan persiapan dengan maksimal untuk Hockey Field dan Hockey 5s dan melibatkan pelatih berkualitas dari Australia," kata Ketua Umum PP FHI, Budi Sulistijono.

Saat ditanya apakah keseriusan cabor hoki akan terganjal keputusan Tim Review, Budi mengatakan masih menunggu perkembangan.

Baca juga : Wushu Indonesia Incar 3 Emas Di SEA Games Thailand

"Saya belum bisa memberikan jawaban. Yang pasti kami menunggu dan berharap pak Menpora Erick Thohir bisa mengambil keputusan dengan bijaksana. Dan, kami yakin beliau sangat menghargai upaya dan keseriusan induk-induk organisasi dalam membangun prestasi melalui program-program pembinaan yang tidak bergantung dari dana APBN. Yang pasti, kami telah melakukan itu selama ini."

Ia mengingatkan bahwa para atlet yang sudah menjalani pelatnas sembilan bulan tidak boleh terabaikan. Banyak yang mengorbankan sekolah dan pekerjaan demi mengenakan seragam Merah Putih di SEA Games 2025.
"Kami hanya bisa berharap saja. Yang pasti, PP FHI tunduk dengan keputusan pemerintah," tegasnya.

Di tengah minimnya fasilitas berstandar internasional dan mahalnya biaya sewa lapangan, PP FHI di bawah kepemimpinan Budi Sulistijono dan Sekjen Yasser Arafat Suaidy tetap menjaga komitmen pembinaan atlet.

Adsense

"Biaya lapangan itu cukup mahal. Kami bisa terus menjalankan program pembinaan karena kami bekerja sama dengan Eden Sport Centre, lapangan hockey indoor yang berada di Depok, Jawa Barat, untuk mendukung program development atlet-atlet usia dini, junior, dan juga Timnas senior. Semoga nantinya juga tersedia lapangan Hockey Field sehingga bisa menekan biaya pengeluaran," ujar Budi.

Baca juga : Zinedine Zidane Pingin Banget Melatih Timnas Prancis

Ia menegaskan bahwa membangun prestasi hoki Indonesia hingga berhasil meraih emas pertama di SEA Games Kamboja 2023 adalah proses panjang. Terlebih, hoki tidak termasuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

"Anda kan paham jika tidak masuk dalam cabor DBON itu berarti tidak ada bantuan dana dari APBN. Bagi kami itu tidak ada masalah karena prestasi hoki belum bisa diandalkan. Itu kami jadikan sebagai cambuk untuk lebih serius menjalankan program pembinaan dengan baik meski konsekuensi dengan biaya mandiri. Alhamdulillah, hockey Indonesia telah mencetak sejarah dimana Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia meraih emas sekaligus mengumandangkan Lagu Indonesia Raya pada SEA Games ke-32 Kamboja 2023," ungkapnya.

Setelah sukses di Kamboja, PP FHI yang rutin menggelar kejurnas dan mengikuti single event internasional juga mampu meloloskan Timnas Hockey Indonesia ke Asian Games Hangzhou 2022 (diundur ke 2023 akibat pandemi). Ini menjadi sejarah karena Indonesia lolos melalui kualifikasi, bukan wildcard seperti pada Asian Games 2018.

Budi mengakui mempertahankan prestasi jauh lebih sulit, apalagi target di SEA Games Thailand dinaikkan menjadi 2 emas dan 4 perak. Karena itu, PP FHI mengambil langkah menggelar pelatnas lebih awal pada Januari 2025, meski dana Kemenpora untuk nomor outdoor baru cair pada September 2025.

Baca juga : Indonesia Vs Arab Saudi, Berat Tapi Menantang

Tidak hanya itu, Indonesia juga menjadi tuan rumah Kejuaraan Hockey Field (Outdoor) Piala Asia 2025 di Kompleks GBK, Senayan. Ajang ini sekaligus menjadi seleksi pemain menuju SEA Games 2025.

"Dulu, pelatnas hanya dilakukan 3 bulan dan hasilnya 1 medali emas dan 3 perunggu. Kini, kita telah menggelarnya selama 9 bulan. Karena, kita menyadari akan menghadapi persaingan bakal ketat hanya bisa diantisipasi dengan menggelar program pelatnas jangka panjang. Bukan hanya Malaysia tetapi tuan rumah Thailand juga menjadi pesaing utama pada SEA Games Thailand 2025 nanti. Makanya, Timnas Hockey Indonesia melengkapinya dengan membuat program TC dan serangkaian uji coba di Jerman, Australia, dan Spanyol," jelasnya.

Selain itu, Timnas Hockey Field (Outdoor) Putri juga mendapat tambahan pengalaman melalui Kejuaraan Hockey Putri Asia Tengah 2025. Hasilnya cukup menggembirakan karena mereka berhasil tampil sebagai juara

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense