BREAKING NEWS
 

Diasuh Pelatih Tertua, Curacao Cetak Sejarah Lolos ke Piala Dunia 2026

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Rabu, 19 November 2025 14:13 WIB
Selebrasi para pemain Curacao lolos Piala Dunia 2026. (Foto : IG@thebluewaveffk)

RM.id  Rakyat Merdeka - Diasuh pelatih tertua di pentas kualifikasi Piala Dunia 2026, Curacao mencetak sejarah besar untuk pertama kalinya lolos Piala Dunia 2026.

Curacao menuju Piala Dunia 2026 usai meraih hasil imbang 0-0 kontra Jamaika di Kingston, Rabu (19/11/2025). Hasil ini mengunci langkah ke putaran final yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Negara kepulauan kecil di Karibia itu menjadi kejutan terbesar zona CONCACAF. Dengan populasi hanya sekitar 156 ribu jiwa dan luas wilayah 444 kilometer persegi, Curaçao tampil sebagai satu-satunya tim tak terkalahkan sepanjang kualifikasi.

Baca juga : Curaçao, Haiti, Dan Panama Lengkapi Daftar Lolos Piala Dunia 2026

Mereka menuntaskan babak ketiga sebagai juara Grup B dengan 12 poin, unggul satu angka atas Jamaika.

Keberhasilan ini sekaligus memecahkan rekor dunia. Curaçao resmi menjadi negara berpopulasi terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia, melampaui rekor Islandia pada 2018 yang berpenduduk sekitar 350 ribu jiwa. Torehan ini terasa makin istimewa karena edisi 2026 menjadi yang pertama dengan format 48 peserta.

Adsense

Di balik kisah bersejarah itu, ada sosok Dick Advocaat. Pelatih berusia 78 tahun ini menorehkan catatan baru sebagai pelatih tertua yang akan tampil di Piala Dunia.

Baca juga : Ditahan Turki, Spanyol Tetap Melaju ke Piala Dunia 2026

Advocaat menjalani kualifikasi tanpa kekalahan, mengawali kiprahnya sejak Januari tahun lalu dan memimpin Curaçao menyapu bersih empat laga di putaran kedua, lalu mencatat tiga kemenangan dan tiga hasil imbang di putaran ketiga. Salah satunya kemenangan telak 7-0 atas Bermuda.

Menariknya, Advocaat tak berada di pinggir lapangan pada laga penentuan di Kingston. Ia harus pulang ke Den Haag karena urusan keluarga. 

“Ini keputusan yang sangat sulit. Saya harus meninggalkan anak-anak di sini dengan hati berat, tapi keluarga lebih penting dari sepak bola. Dari Belanda, saya tetap memantau tim dan percaya penuh pada pemain-pemain ini,” jelas Advocaat.

Baca juga : Portugal-Norwegia Melaju, Ini 32 Peserta Piala Dunia 2026

Hasil imbang itu cukup membawa Curaçao mencatatkan sejarah. Bagi Advocaat, yang pernah tiga kali menangani timnas Belanda, serta melatih Korea Selatan, Belgia, Rusia hingga Sunderland di Liga Primer Inggris. Keberhasilan ini mungkin menjadi pencapaian terbesar sepanjang karier panjangnya.

Rekor pelatih tertua di Piala Dunia sebelumnya dipegang Otto Rehhagel, yang berusia 71 tahun ketika mendampingi Yunani pada 2010. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense