BREAKING NEWS
 

Duh, Tim Eropa Ancam Boikot Piala Dunia 2030

Reporter & Editor :
SAIFUL BAHRI
Jumat, 31 Juli 2026 06:24 WIB
Laga Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. (Foto : FIFA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Konflik antara UEFA dan FIFA memanas. Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) mengancam tidak akan mengirimkan satu pun tim nasional anggotanya ke kompetisi FIFA apabila rencana penjualan saham Piala Dunia kepada investor swasta tetap dijalankan.

UEFA menegaskan seluruh 55 asosiasi anggotanya kompak menolak gagasan tersebut. Organisasi yang dipimpin Aleksander Čeferin itu menilai Piala Dunia bukan aset komersial yang bisa diperjualbelikan.

"Sebagai hasil dari diskusi hari ini, tidak ada tim nasional anggota UEFA yang akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA mana pun selama usulan ini masih ada," tulis UEFA dalam pernyataan resminya, Kamis (30/7/2026).

Baca juga : Mancini Pede Bawa Italia Lolos Piala Dunia 2030

UEFA menyatakan ancaman boikot akan dicabut apabila FIFA membatalkan rencana tersebut. Menurut mereka, Piala Dunia merupakan warisan sepak bola dunia yang dibangun selama puluhan tahun oleh pemain, tim nasional, dan para suporter.

Adsense

"UEFA dan 55 asosiasi anggotanya bersatu padu. Kami menolak secara bulat dan tegas usulan FIFA untuk mengalihkan hak kepemilikan atas Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya kepada investor swasta," lanjut pernyataan itu.

UEFA juga mengkritik proses pembahasan proposal tersebut yang dinilai dilakukan tanpa melibatkan para pemangku kepentingan utama dalam sepak bola. Mereka menyebut langkah itu sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga : Maung Bandung Muda Bersinar Di Piala Presiden 2026

"Ada hal-hal yang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Selamanya akan begitu. Dan selama Eropa masih memiliki suara, ajang ini tidak akan pernah dijual," tegas UEFA.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan tengah mengusulkan penjualan sebagian saham Piala Dunia kepada investor swasta. Skema tersebut disebut mencakup pembentukan perusahaan baru yang akan mengelola berbagai kompetisi elite FIFA, termasuk Piala Dunia putra, Piala Dunia putri, hingga Piala Dunia Antarklub.

Jika rencana itu tetap dijalankan, ancaman boikot dari UEFA berpotensi memicu krisis besar dalam sepak bola internasional. Sebab, negara-negara Eropa selama ini menjadi kekuatan utama dalam setiap penyelenggaraan Piala Dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense