RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan kekecewaan Lamine Yamal setelah gagal memenangkan Ballon d’Or 2026.
Meski tampil impresif sepanjang musim dan mengantarkan Spanyol meraih gelar Piala Dunia 2026, Yamal harus puas menempati peringkat ketiga dalam penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.
Laporta menilai Yamal layak menjadi pemenang berkat kualitas individu dan sederet prestasi yang telah diraihnya. Dia juga mengaku tidak memahami sepenuhnya kriteria penilaian yang membuat pemain muda Barcelona itu gagal membawa pulang trofi Ballon d’Or.
“Kami merasa Lamine Yamal pantas memenangkan Ballon d’Or berkat bakat individunya dan gelar-gelar yang telah dia raih. Dia sangat kecewa dan kami benar-benar turut menyayangkannya,” ujar Laporta, dikutip dari Tuttomercatoweb.
Baca juga : Mourinho Pawang Barcelona
Laporta juga menyoroti minimnya informasi mengenai proses penilaian penghargaan tersebut. Menurutnya, penyelenggara tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai hasil pemilihan sebelum pengumuman pemenang.
“Kami tidak mengetahui apa pun sebelumnya. Penyelenggara sangat tertutup dan semuanya tetap menjadi misteri,” katanya.
Meski gagal meraih Ballon d’Or, Yamal tetap membawa pulang penghargaan individu. Pemain berusia 19 tahun itu kembali memenangkan Kopa Trophy, penghargaan bagi pemain muda terbaik dunia.
Gelar tersebut menjadi yang ketiga bagi Yamal setelah sebelumnya meraihnya pada edisi 2024 dan 2025. Prestasi itu semakin menegaskan konsistensi penyerang Barcelona tersebut dalam bersaing di level tertinggi meski usianya masih muda.
Baca juga : Lamine Yamal Cetak Sejarah, Raih Kopa Trophy 3 Tahun Beruntun
Dalam pidato penerimaan penghargaan, Yamal menyampaikan terima kasih kepada Barcelona dan tim nasional Spanyol yang telah mendukung perjalanan kariernya.
“Ini adalah tahun ketiga saya berdiri di sini untuk menerima penghargaan ini. Saya ingin berterima kasih kepada klub saya dan tim nasional saya,” ujar Yamal.
Dominasi Barcelona dalam penghargaan Kopa Trophy juga berlanjut melalui keberhasilan Yamal. Sejak penghargaan tersebut diperkenalkan pada 2018, sejumlah pemain Blaugrana masuk dalam daftar penerima.
Pedri lebih dulu memenangkan penghargaan pada 2021, sebelum Gavi menyusul setahun kemudian. Yamal kemudian melanjutkan catatan tersebut dengan tiga gelar beruntun pada 2024, 2025, dan 2026.
Baca juga : De Jong Ungkap Penyebab Barcelona Takluk dari Real Madrid
Kendati belum berhasil meraih Ballon d’Or, pencapaian Yamal di Kopa Trophy menjadi pengakuan atas performanya. Kini, pemain muda Barcelona itu masih memiliki kesempatan untuk kembali bersaing memperebutkan penghargaan individu tertinggi pada edisi mendatang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.