Dewan Pers

Dark/Light Mode

Amien Rais Bawa-bawa Akidah, Ruhut Sentil Perasaan Zulhas

Sabtu, 3 Agustus 2019 11:55 WIB
Ruhut Sitompul (kanan) (Foto: Twitter @ruhutsitompul)
Ruhut Sitompul (kanan) (Foto: Twitter @ruhutsitompul)

 Sebelumnya 
Tweep @as_siglie menimpali. "Untuk mencari makan tidak hanya jadi Menteri."

Seperti diketahui, pernyataan Amien dituangkan dalam sikapnya melalui surat yang ditulis tangan. Surat itu dibacakan Instruktur Perkaderan Senior PAN Icu Zukafril, di hadapan kader PAN yang hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019" yang diselenggarakan oleh Instruktur Nasional PAN di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Jumat (2/7).

Berita Terkait : Amien Rais Minta 55:45, Ruhut: Sudah Merendahkan Jokowi, Nggak Malu Minta Kursi?

Ada enam poin yang ditulis Amien dalam surat berjudul "Sikap PAN Ke Depan" tersebut. Pertama, Amien mengingatkan, oposisi lebih bermartabat dan terhormat. Apalagi, Amien mengklaim, sikap oposisi sesuai aspirasi mayoritas anggota dan para pemilih PAN.

Poin selanjutnya, Amien mengingatkan, PAN bisa terpuruk dalam Pileg mendatang, jika mendukung pemerintahan Jokowi tanpa syarat. "Masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold Pileg yang akan datang," sebut Amien dalam suratnya.

Berita Terkait : Lewat Ludruk, MPR Bangkitkan Semangat Persatuan

Poin berikutnya, Amien menilai, hampir pasti pemerintahan Jokowi akan melanjutkan kebijakan, yang dinilainya jelas menghancurkan masa depan bangsa dan negara. Kata Amien, politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan China.

Kepentingan rakyat sendiri, cuman dipidatokan untuk lip service dan hanya meninabobokan rakyat. "Alangkah aib dan malu, serta hina dina PAN di hadapan Allah YME. Kita gadaikan aqidah dan politik kita untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali," ungkap Amien dalam poin berikutnya.

Berita Terkait : Pesawat Kalibrasi Sukses Mendarat, Runway Ketiga Soekarno-Hatta Siap Dioperasikan

Selanjutnya, Amien mewanti-wanti agar PAN tidak ikut kotor berlumuran dosa sejarah. Sebab, ia menilai, ekonomi pemerintahan Jokowi sangat jauh dari penerapan Pasal 33 UUD 1945, dari prinsip adil dan keadilan sebagaimana tertera dalam Pancasila.

Di poin terakhir, Amien kembali mengimbau PAN mengambil peran dan posisi yang menurutnya, diridhoi Tuhan. "Hidup cuma sekali. Hidup bagaikan sandiwara singkat, cuma puluhan tahun saja. Mari kita ambil peran dan posisi yang diridhoi-Nya. Jangan sebaliknya," ajak Amien. [FAQ]