Dark/Light Mode

Setelah Aktifkan Medsos

Rudiantara Ditantang Cari Cara Anak Tidak Nyandu Main Game

Senin, 27 Mei 2019 06:33 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara (Foto : KOMPAS.com).
Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia Rudiantara (Foto : KOMPAS.com).

RM.id  Rakyat Merdeka - Warganet kembali bisa mengirimkan dan membuka video dan gambar di Whatsapp, facebook maupun instagram. Kendati sudah bisa diakses, netizen tetap mengkritik Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Ada juga yang membela.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka kembali akses media sosial (medsos). Menkominfo, Rudiantara melalui akun twitternya menuliskan pengumuman pembukaan akses media sosial tersebut kepada warganet.

“Teman-teman, situasi sudah kondusif sehingga pembatasan akses fitur video dangambar pada medsos dan instant messaging difungsikan kembali,” tulis Rudiantara, kemarin.

Diapun berpesan kepada warganet agar menggunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat, bukan untuk menyebarkan berita bohong.

“Mari senantiasa jaga dunia maya digunakan untuk hal-hal yang positif. Mari perangi hoaks, fitnah, info-info yang memprovokasi seperti yang banyak beredar saat kerusuhan kemarin,” tulisnya.

Sebelumnya, akses media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, hingga Line, dibatasi oleh Kemenkominfo sejak Rabu (22/5).

Menko Polhukam Jenderal (Purn) Wiranto mengatakan, layanan media sosial (medsos) dinonaktifkan sementara untuk menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks.

Berita Terkait : Politisi Yang Baik Tidak Hanya Mencaci, Tapi Mau Minta Maaf

Kendati akses sudah dibuka, warganet kadung kesal dan marah dengan kebijakan pemerintah yang memblokir media sosial.

@TanYoana mengatakan, medsos diblok, semua diarahin ke TV. Sedangkan siaran TV yang bisa dipercaya cuma adzan Maghrib doang.

@IchwanPS menuding Rudiantara sebagai pihak yang paling bertanggung jawab yang mematikan demokrasi di Indonesia. “Anda hebat karena telah memenuhi salah satu cara mematikan demokrasi adalah menyumbat saluran informasi publik. Selamat bapak,” sindirnya.

@WajahMuslim17 melihat, pemblokiran medsos semakin menunjukkan pemerintah sedang kalap dan panik dengan situasi yang ada. “Jangan takut dan panik Pak, dengan kebenaran yang diungkap oleh rakyat,” katanya.

@Yatsuryaningrat ngedumel. Dia mengaku bisnis onlinenya terganggu karena medsos diblokir. Kata dia, kebijakan blokir oleh komplotan rezim yang parno telah menyumbat laju bisnis online UMKM yang lagi menggeliat.

“Semoga rezim parno kalian segera tumbang karena hanya bikin susah rakyat aja,” umpat @Yatsuryaningrat.

Daripada medsos yang diblokir, @isk_salladien menyarankan pemerintah memblokir Mobile Legend dan PUBG. “Biar anak-anak tidak kecanduan game kekerasan.”

Berita Terkait : Yang Sebut Pemilu Perang Tidak Mengerti Pancasila

Yang lebih parah, ujar @asep_iqro, masyarakat dan anak kecil bisa mengakses VPN. Artinya, sekarang pertanahan terakhir melawan pornografi telah jebol. “Andalah penyebabnya.”

Senada, @rikohd juga mengungkapkan, pemblokiran medsos telah mengkampanyekan VPN yang bebas. “Sayangnya Pak, pembatasan kemarin jadi kampanye VPN.”

@sukatanyaaj menimpali, “Anak-anak kecil dah pada tau VPN loh Pak.”

Lebih menohok lagi, @nyolinyol menyindir Rudiantara. Kata dia, pemerintah sudah sukses mengkampanyekan VPN. “Terima kasih Pak atas sosialisasi VPN-nya. Selamat tinggal internet posistif seharga 200 M,” ujarnya.

“Sekarang seluruh masyarakat gunakan VPN. Kominfo tutup saja. Buang buang anggaran besar. Makan dari pajak rakyat,” kata @walbudi, kesal.

Lanjut, @FAISALD mengatakan, gegara keputusan pemblokan ini, banyak bocah ingusan udah ngerti fungsi VPN untuk membuka situs yang diblok. “Lain kali jangan gegabah, apalagi panik.”

“Bocah se-republik sudah tahu semua fungsinya VPN. Awal kehancuran generasi muda,” timpal @babawawa.

Berita Terkait : Menteri LHK Ajak Rakyat Tidak Golput Dan Basmi Hoaks

@bpryoga2009 membenarkan. Gara-gara pemblokiran, anak kecil sudah tahu VPN. Termasuk anaknya sendiri. “Gegara bapak sekarang anak saya pasang VPN. Laaaaaah udah deh browsing gak jelas.”

Banyak juga warganet yang membela Rudiantara. @gunturmataram salah satu yang mendukung kebijakan tersebut. “Terimakasih bapak, telah buka blok medsos dll. Demi keamanan negara,” belanya.

Seirama, @ajul2707 juga ikut mensupport kebijakan pemblokiran karena hoaks begitu deras dan membanjiri media sosial.

“Memang aneh situasi belakangan ini kok banyak berita hoaks dan terus banyak juga yang orang terpandang yang percaya. Hilang nalar rasionalnya.” [REN]