Dark/Light Mode

Merdeka Belajar Merawat Pancasila

Rabu, 10 Juli 2024 21:02 WIB
Para pelajar usia dini memperingati HUT NKRI dan berkomitmen pada Pancasila. (Foto: Istimewa)
Para pelajar usia dini memperingati HUT NKRI dan berkomitmen pada Pancasila. (Foto: Istimewa)

Hasil survei Setara Institute tahun lalu menyebut bahwa jumlah pelajar intoleran aktif di sekolah tingkat menengah atas (SMA) dan sederajat di lima kota Indonesia meningkat. Lebih dari 56% bahkan setuju penerapan syariat Islam. Selain itu, temuan mengejutkan sebetulnya melihat angka 83,3 persen pelajar menilai Pancasila bukan ideologi negara yang bersifat permanen, dan dapat diganti. Hal ini tentu membuat kita kaget, apa yang membuat anak muda ragu akan Pancasila? Sejauh mana mereka mengenal Pancasila? Seberapa dalam mereka memaknai Pancasila?

Hal ini berbanding terbalik dengan pengakuan bangsa lain teerhadap Pancasila, ketika penulis melakukan riset di Malaysia untuk keperluan Tesis, beberapa narasumber yang terdiri dari mantan pejabat di pemerintahan Malaysia dan beberapa akademisi di kampus Malaysia sangat kagum dengan Pancasila. Bagi mereka Pancasila adalah contoh penting dari Indonesia sebagai pemersastu bangsa bagi bangsa yang memiliki perbedaan suku, agama, dan budaya yang sangat beragam. Mereka mengakui bahwa Malaysia masih berjuang untuk menjadi bangsa yang bersatu seperti Indonesia.

Baca juga : Pemdaprov Jabar Gelar Kompetisi Inovasi

Seperti kita ketahui bersama Malaysia masih memiliki persoalan dalam mempersatukan masyarakatnya. Sehingga pasca peristiwa berdarah pada 1969 di mana lahirnya konflik antara suku Melayu dan etnis China membuat Malaysia sangat concern dalam persoalan persatuan ini. 

Bahkan kejadian tersebut membuat pemerintahan Malaysia melahirkan Kementerian Peraduan, lembaga yang khusus mencegah perpecahan agam dan etnis di Malaysia. Bayangkan, untuk bersatu saja mereka membutuhkan lembaga setingkat kementerian. Sedangkan Indonesia, dengan Pancasila mampu membuktikan pada dunia bahwa keberagaman mampu dibingkai dalam satu nafas keindonesiaan dan kemanusiaan di bawah naungan besar Pancasila. 

Baca juga : Nikah Sebatas Peran Nikah Peran

Merdeka Belajar Mengenalkan Pancasila dengan Aksi Nyata

Adanya globalisasi, kemajuan teknologi, dan era disrupsi di satu sisi mempercepat laju ekonomi, namun di sisi lain mencerabut budaya bangsa dan menjauhkan kita terutama anak muda dari Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hasil penelitian Setara Institute di atas membuat kita semakin sadar bahwa generasi bangsa ini pelan-pelan mulai melupakan dan tidak meyakini Pancasila sebagai ideologi negara. 

Baca juga : Satgas Arif Sebut Ciptaker Bawa Spirit Pancasila

Namun di tengah ancaman tersebut kita harus tetap memiliki sikap optimis salah satunya ketika pemerintah melalui Kemendikbudristek melahirkan program Merdeka Belajar dan penguatan Profil pelajar Pancasila. Bagi penulis di era saat ini Pancasila tidak bisa hanya dijadikan doktrin yang bersifat kaku dan monoton, hal ini akan sia-sia di tengah banjirnya informasi melalui internet.

Merdeka Belajar mengenalkan penguatan Pancasila dengan project-project sederhana yang bisa dilakukan oleh peserta didik di sekolah. Hal ini tentu menumbuhkan Pancasila dari pelajar sendiri bukan dari negara. Maka Merdeka belajar menjadikan Pancasila dikenal melalui aksi nyata di dalam kehidupan sehari-sehari. Hal ini lebih efektif dan membumi daripada indoktrinasi yang tak peka dengan banjirnya informasi akhir-akhir ini. Maka untuk Merdeka Belajar program yang sangat relevan untuk merawat Pancasila. 

Fahmi Syahirul Alim
Fahmi Syahirul Alim
Fahmi Syahirul Alim (Peneliti ICIP)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.