Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gelar Borobudur Marathon, Bank Jateng Bangkit Semangat Pelari Dan Bantu UMKM

Jumat, 26 November 2021 17:06 WIB
Konferensi pers Borobudur Marathon 2021 (Foto: Dok. Bank Jateng)
Konferensi pers Borobudur Marathon 2021 (Foto: Dok. Bank Jateng)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satu hari lagi, perhelatan marathon terbesar di Indonesia, Borobudur Marathon 2021 Powered by Bank Jateng, digelar. Perhelatan ini akan digelar 2 hari, yaitu 27-28 November 2021.

Mengusung tema "Symphony of Energy", tahun ini menjadi bentuk kolaborasi memberikan kesatuan energi untuk membangkitkan semangat para pelari dan Kota Magelang. Pandemi yang bertahap membaik menjadikan Borobudur Marathon percaya diri untuk melaksanakan pagelaran tahunannya dengan mengaplikasikan protokol kesehatan yang sangat ketat, namun tetap menyesuaikan harapan para pelari dan situasi terkini.

Berita Terkait : Pemerintah Hadir Di Perbatasan, Biar Pengganggu Ngeri Dan Mundur

Pada pagelaran tahun ini, Borobudur Marathon 2021 powered by Bank Jateng menghadirkan tiga lomba, yaitu Borobudur Marathon Elite Race, Bank Jateng Tilik Candi, dan Borobudur Marathon Virtual Challenge (BMVC). Pada pilihan tantangan virtual sendiri, Borobudur Marathon menggaet 8.008 pelari dari seluruh Indonesia dengan kategori 42k, 21k, dan 10k.

Pembukaan Borobudur Marathon 2021 powered by Bank Jateng turut dihadiri Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Sutta Dharmasaputra, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo, Sekjen PASI Tigor Tanjung, dan Medical Director Borobudur Marathon dr. Andi K.

Berita Terkait : Asosiasi Profesi Energi Bahas Percepatan Pemanfaatan Sumber Daya Dan Mitigasi Bencana

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan, kegiatan Borobudur Marathon ini secara tidak langsung mendukung UMKM Magelang. Salah satunya melalui program Pawone yang digulirkan bersama Bank Jateng.

Pada pelaksanaan acara 27-28 November 2021, peserta dapat menikmati sajian khas Magelang dari UMKM yang tergabung di Pawone Borobudur Marathon. “Momen Borobudur Marathon ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian Magelang dengan meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM,” ucap Supriyatno, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (26/11).

Berita Terkait : Gelar Rakor, Kepala BNPB Banjir Di Kalteng Jangan Sampai Terulang

Ketua Yayasan Borobudur Marathon Liem Chi An melanjutkan, sejak kegiatan pertama kali digelar pada 2017, pihaknya berupaya untuk terus berinovasi dan secara konsisten menghadirkan keseruan setiap tahunnya.

“Di tahun ini kami membuka kategori Bank Jateng Tilik Candi yang menggaet 128 pelari untuk hadir bersama di Magelang dan menyatukan energinya dalam perhelatan tahun ini. Hal tersebut turut menjadi angin segar bagi penyelenggaraan offline race di Indonesia dan diharapkan menjadi gerbang yang terbuka kembali untuk penyelenggaraan offline race Borobudur Marathon ke depannya,” jelasnya. [KW]